Mas Marco Kartodikromo lahir dari keluarga priyayi rendahan. Secara formal, paman dari Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pendiri Darul Islam/Negara Islam Indonesia, ini pun hanya tamatan Ongko Loro (Tweede Klase School) di Bojonegoro, sebelah timur Cepu. Namun, ia kemudian belajar ke banyak tempat dan banyak orang.
Marco memperoleh ilmu jurnalistik dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo ketika ia menjadi wartawan magang di Medan Prijaji pada 1909. Ia lantas menjadi jurnalis dan aktivis pembela rakyat pribumi yang ditindas oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Ia membangun surat kabarnya sendiri, dan ia menjadi penentu kebijakan keredaksian di koran-koran yang dikelolanya. Ia tercatat pernah berada di koran-koran Medan Prijaji, Doenia Bergerak, Sinar Djawa, Sinar Hindia, Medan Moeslimin, dan Hidoep.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan Marco di lima surat kabar yang pernah diawakinya. Isinya kami susun berdasarkan urutan tahun terbitan. Kami hanya mengubah ejaan lama menjadi ejaan sekarang. Kami juga menambahkan anotas untuk istilah-istilah asing dan singkatan-singkatan. Anotasi yang sejak awal sudah ada dari Marco sendiri kami tandai dengan (MARCO).
ㅤㅤ
Penulis: Mas Marco Kartodikromo
Penerbit: Octopus, 2017
Kategori: Sosial, Sejarah
SKU: BRD5054
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13 x 19 cm l Softcover
Tebal: 238 hlm l Bookpaper
Harga: 70.000