Buku ini sangat menantang siapa saja yang punya keprihatinan pada industri buku Jogja akhir-akhir ini. Saya butuh waktu terlalu lama untuk menulis pengantar ini. Terus terang, saya sering gemetar dengan apa yang saya baca. Memang, banyak informasi tentang kisah industri buku Jogja yang membanggakan. Tetapi, informasi sebaliknya itulah yang tidak mudah diolah agar menjadi energi positif. Sampai kapan industri buku Jogja akan bertahan? Kalau bisa bertahan, wajahnya akan menjadi seperti apa? Untuk menghibur diri, selama beberapa hari saya berkeliling ke beberapa toko buku yang masih gemerlapan, mengajak bicara beberapa teman yang masih optimis, dan malah sempat minta laporan penjualan!
Buku ini ditulis oleh seorang energik yang banyak terlibat dalam industri buku, sejak dari persiapan pracetak, cetak, dan pasca-cetak. Penulis buku ini membatasi diri pada periode sepuluh tahun terakhir. Meskipun demikian, penulis cukup berbaik hati dengan memberikan informasi tentang perbukuan di Jogja pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan sumber-sumber tertulis yang tersedia, dilengkapi dengan wawancara dengan sejumlah pelaku dalam industry buku, dan didukung dengan pengalaman langsung baik sebagai penulis maupun penerbit, penulis ini mampu merangkai secara utuh salah satu versi kisah tentang industri buku Jogja. Yang menarik, penulis tidak segan-segan menyembunyikan opini maupun perasaannya. Sejauh saya tahu, draf buku ini sudah ditunjukkan pada sejumlah teman untuk dibaca agar mendapatkan umpan balik dan koreksi seperlunya.
-St. Sunardi
ㅤㅤ
Penulis: Adhe
Penerbit: Octopus, 2018
Kategori: Memoar
SKU: BRD20692
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 15 x 23 cm l Softcover
Tebal: 388 hlm l Bookpaper
Harga: 105.000