“Kita beruntung atas penerbitan buku ini yang mengajak sejenak mengambil jarak keluar dari kolam keruh ruang komunikasi sosial yang sarat berebut dominasi serta hegemonik. Berbagai cerita yang bersumber dari pengamatan dan pengalaman pribadi para penulis buku ini, yang memiliki latar belakang berbeda-beda, mengajak kita berefleksi secara kritis atas situasi nyata yang sesungguhnya terjadi dalam hidup sehari-hari masyarakat di akar rumput. Tidak Ada Cerita Tunggal akhirnya lebih dari sekedar mengajak berefleksi secara kritis terhadap narasi besar yang disebut pembangunan, tetapi ajakan untuk bergerak bersama mencari, menemukan, dan menghidupkan kisah-kisah para pejuang perempuan di akar rumput dalam mengatasi berbagai krisis sosial-ekologi. Ada banyak cerita dari kampung-kampung tentang sejahtera bersama.”
-Yohanes Krisnawan, Editor Harian Kompas
ㅤㅤ
“Buku ini menyumbangkan pemikiran bahwa politik ekologi - sebagai bentuk penyelidikan militan - membuka jalan menuju revolusi ekologi. Dalam perspektif feminis yang memusatkan perjuangan perempuan, hal ini dimulai dengan menghapus narasi antroposen dan menciptakan aliansi antara kekuatan produksi dan reproduksi, dalam cakrawala emansipatoris. Perjuangan untuk mencapai kondisi kehidupan yang bermartabat bagi semua orang dan peri kehidupan Planet, tidak lengkap tanpa adanya etika kepedulian - baik terhadap umat manusia maupun terhadap alam. Secara keseluruhan, buku ini mengungkapkan bahwa ekofeminisme adalah axis dari cakrawala emansipatoris dalam membela kepentingan bersama, lingkungan hidup, dan Planet.”
- Dewi Candraningrum, Pengajar Universitas Muhammadiyah Surakarta, Editor Jurnal Ekofeminisme
ㅤㅤ
Penulis: Siti Maimunah
Penerbit: Interlude, 2024
Kategori: Esai
ISBN: 978-623-8275-35-9
SKU: BRD21122
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: xx + 336 hlm l Bookpaper
Harga: 115.000