Semua orang yang melakukan perjalanan lintas waktu mendeskripsikan pengalaman mereka dengan cara berbeda-beda. Bagi laki-laki yang ilmiah dan sangat mementingkan logika seperti Joshua Wang, pengalaman itu hanya berupa ”sensasi tersambar yang gelap”—”kedipan” dalam waktu, di mana tubuh kita diangkat dari tanah sebelum kemudian muncul di tempat lain. Istrinya Lily, yang karakternya lebih artistik dan romantis, membandingkannya dengan perasaan ketika untuk pertama kalinya tersadar kita sedang jatuh cinta—”luapan kegirangan”, ”semburan adrenalin”.
Seperti saat kita diluncurkan ke bawah dalam wahana roller-coaster, ketakutan, tetapi juga merasa amat sangat hidup. Putra mereka, Tommy, membandingkannya dengan gol cantik di permainan sepak bola—tendangan voli dari luar kotak penalti atau tendangan melengkung yang dilakukan dari tengah lapangan ketika si penjaga gawang sedang berada di luar garis. Kembarannya, Eva, sama sekali tidak menggunakan kata-kata. Dia melukisnya: lukisan indah mentari yang tengah tenggelam di atas laut biru yang beriak, hutan hujan yang gelap, dengan bayang-bayang menyelinap di segala arah.
ㅤㅤ
Penulis: Pim Wangtechawat
Penerbit: Gramedia, 2024
Kategori: Sastra
ISBN: 9786020678658
SKU: BRD21915
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13,5 x 20 cm l Softcover
Tebal: 432 hlm | Bookpaper
Harga: 114.000