Image of a product

Menulislah, Engkau Akan di Kenang - Al-Kautsar

Rp 115,000
Rp 103,500
10%

“Jika engkau ingin kekal, maka menulislah,” kata sebuah pepatah. Terkait itu, sangat mudah kita mendapatkan contohnya. Lihatlah Imam Al-Ghazali yang punya banyak karya buku. Meski telah lebih dari seribu tahun wafat, nama dan pemikirannya-terutama di buku Ihya Ulumiddin-terus disebut dan dikutip orang di berbagai penjuru dunia.

Sementara, di negeri ini nama Hamka akan lama diingat orang. Misal, lewat karya Tafsir Al-Azhar dan Tasawuf Modern-nya. Bahkan, nama Hamka juga bisa diingat melalui novel islami-nya seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal van der Wijck.

Begitu juga ulama semisal Hasbi Ash-Shiddieqy, A.Hassan, dan Natsir. Hasbi Ash-Shiddieqy akan diingat antara lain lewat “serial” panduan ibadahnya seperti Pedoman Haji. A.Hassan diingat antara lain melalui Tafsir Al-Furqan dan Pengajaran Shalat-nya. Natsir akan diingat antara lain lewat Capita Selecta dan Fiqhud Dakwah-nya.

Buku ini merekam kisah hidup puluhan ulama-penulis di negeri ini. Setelah membacanya, semoga timbul niat kita menulis. Niat itu bukan karena ingin nama kita menjadi kekal dalam ingatan masyarakat. Bukan, sama sekali bukan untuk itu!

Kita menulis semata-mata karena Allah dan berharap nilai dakwahnya berjangka panjang. Hal ini, karena berdakwah lewat tulisan punya sejumlah keutamaan termasuk bisa diakses dalam waktu yang lama. Bahkan, berkemungkinan “abadi”.

Bismillah, menulislah! Ikuti jejak para ulama yang di samping aktif berdakwah lewat lisan juga melalui tulisan. “Jangan mati kecuali Anda sudah menulis karya,” pesan Allahuyarham Ali Mustofa Yaqub berulang-ulang.


Penulis: M. Anwar Djaelani

Penerbit: Al-Kautsar, 2024

Kategori: Pustaka Islam

ISBN: 9786231730466

SKU: Memoar

Bahasa: Indonesia

Dimensi: 15 x 23 cm l Softcover 

Tebal: 362 hlm

Harga: 115.000

 
 :
 :
400g