Keberadaan Industri Kelapa Sawit sudah banyak memberikan sumbangsih bagi perekonomian nasional. Banyak masyarakat yang mengais penghidupan sepanjang rantai pasok industri sawit. Masyarakat konsumen pun banyak merasakan faedah sawit karena buah sawit menghasilkan beragam produk turunan untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Komoditas kelapa sawit saat ini menghidupi lebih dari 16 juta pekerja dan keluarganya. Kelapa sawit mendukung kemandirian pangan dan energi, menjadi komoditas perkebunan dengan ekspor terbesar, menghasilkan devisa yang tinggi, serta berbagai sumbangsih lainnya yang merupakan anugerah Tuhan YME bagi Bangsa Indonesia.
Anugerah ini harus sama-sama kita pertahankan dan perjuangkan, sehingga tidak bernasib seperti komoditas lainnya yang saat ini meredup dan tidak lagi memberikan kesejahteraan yang besar bagi masyarakat. Komoditas kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan satu-satunya yang masih kita miliki saat ini.
Pemerintah dan stakeholders lainnya telah berupaya menjaga anugerah ini. Kebijakan pemanfaatan CPO sebagai campuran bahan bakar fosil, terbukti mendorong kemandirian energi sekaligus pencapaian Net Zero Emission.
BPDPKS dengan pungutan ekspor produk CPO dan turunannya memberikan manfaat untuk membiayai berbagai program unggulan, seperti Pembiayaan Selisih Harga Biodiesel, PSR, Pengembangan SDM, Litbang, serta Penyediaan Sarana dan Prasarana.
Meski demikian, kesinambungan Industri Kelapa sawit masih banyak menghadapi tantangan. Oleh karenanya, membutuhkan kolaborasi semua pihak di Indonesia agar kelapa sawit yang merupakan Anugerah Tuhan YME tetap menjadi Anugerah karena kita sama-sama mensyukuri dan menjaganya.
ㅤㅤ
Penulis: IPOSS (Indonesia Palm Oil Stategic Studies)
Penerbit: Buku Kompas, 2024
Kategori: Sosial, Perkebunan
ISBN: 978-623-160-594-8
SKU: BRD22101
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 21 cm l Softcover
Tebal: 200 hlm | Bookpaper
Harga: 140.000