

Kecanggihan peradaban kita masa kini, telah membuat manusia menjadi seperti dewa yang bisa mengutak-atik bumi dan segala isinya. Namun, apakah dengan itu kehidupan di bumi ini terasa semakin lebih nyaman dan bahagia? Apakah kecanggihan peradaban kita telah memakmurkan para penghuni planet ini? Kalau, ya, mengapa manusia yang hidup melarat di muka bumi ini semakin membludak, sementara segelintir elite bisa memiliki lebih dari separuh kekayaan manusia di planet ini? Mengapa ilmu dan teknologi canggih itu membawa planet ini ke ambang kerusakan yang tidak terpulihkan? Mengapa, misalnya, kecanggihan itu mengantar kita pada ketakberdayaan planeter menghadapi sebuah makhluk tak kasat mata, yang bernama Virus Co *rona?
Apa yang salah dengan peradaban kita? Apa yang salah dengan moralitas kita? Apa yang salah dengan ilmu dan teknologi kita? Apakah keadaan alamiah, keadaan tanpa peradaban, menyediakan kesempatan bagi kehidupan yang lebih bahagia?
Buku Wacana tentang Ketaksetaraan karya Rousseau ini, menjawabnya dengan tegas.
“Salah satu dari penyelidikan pada kebebasan dan perbudakan yang paling awal dan paling luar biasa pada abad kedelapan belas adalah Wacana tentang Ketaksetaraan karya Rousseau (1755), yang dalam banyak hal adalah suatu risalah revolusioner.”
—Noam Chomsky
Penulis: J.J. Rousseau
Penerjemah: Saut Pasaribu
Penerbit: IRCiSoD, 2025
Kategori: Sosial
SKU: BRD23234
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: 172 hlm | Bookpaper
Harga: 65.000