Bagaimana India bisa mewarisi keagungan sastra dan kekuatan spiritualnya? Mengapa China begitu maju dan mendominasi perekonomian dunia belakangan ini, hingga ada ujar-ujar bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam raya tetapi China yang membuat tiruannya?
Ya, India dan China adalah negeri para filsuf sejak 4,5 milenium silam. Sementara hari ini, tak hanya darurat literasi, sampah plastik dan pembusukan otak karena konsumsi konten murahan, Indonesia juga darurat filsafat, sikap kritis dan nalar jernih. Jackie Chan, Aamir Khan, Bill Gates, dan Mau Zedong tidak serta merta lahir menciptakan identitas generasinya. Bung Hatta, Gandhi, Marx, Plato, bahkan Kongzi pun tidak serta merta lahir dan ditunggu-tunggu kedatangannya sebagai “filsuf sejuta umat”. Zamanlah yang melahirkan mereka dengan semua peran hebatnya.
Lantas, di mana posisi manusia Indonesia hari ini? Memadukan gagasan lintas peradaban India dan China, secara kontemplatif dan jenaka, Filsafat Timur (Bukan) untuk Pemalas hadir untuk memanggil manusia modern, khususnya Generasi-Z yang krisis identitas dan kemarau akal budi, untuk kembali menyelaraskan rasionalitas dan keterbukaan hati menuju kebijaksanaan dan kedamaian batin. Kita adalah anak-anak zaman ini. Sudah siap mengarungi perjalanan filosofis dan menjadi manusia paripurna?
Selling Point:
Sebuah pengantar komprehensif, bergaya bahasa lugas dan santai, atas filsafat Timur dan refleksinya bagi kehidupan manusia kontemporer.
Penulis: Ach Dhofir Zuhry
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2025
Kategori: Filsafat
ISBN: 9786230070488
SKU: BRD23523
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 21 cm l Softcover
Tebal: 240 hlm | Bookpaper
Harga: 134.000