Pada tanggal 21 Juni 1977, kapal barang Tsimtsum berlayar dari Madras menuju Canada. Pada tanggal 2 Juli, kapal itu tenggelam di Samudra Pasifik. Hanya satu sekoci berhasil diturunkan, membawa penumpang seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang-utan betina, seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg, dan Pi—anak lelaki India berusia 16 tahun.
Selama lebih dari tujuh bulan sekoci itu terombang-ambing di Samudra Pasifik yang biru dan ganas. Di Samudra inilah sebagian Kisah Pi berlangsung. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.
Prolog:
Penderitaan ini membuatku sedih dan muram.
Studi akademis serta kehidupan beragama yang dijalani secara rutin dan sungguh-sungguh, perlahan-lahan membuatku merasa hidup kembali. Aku meneruskan praktek-praktek religiusku, yang oleh sebagian orang dianggap aneh. Setelah setahun di SMA, aku meneruskan ke Universitas Toronto untuk mengambil gelar sarjana muda dalam dua bidang kajian-kajian keagamaan dan zoologi. Pada tahun keempat kuliahku, aku menyusun tesis untuk kajian-kajian keagamaan, mengenai aspek-aspek tertentu dalam teori kosmogoni Isaac Luria, Kabbalist terkenal abad ke-16 dari Safed. Untuk tesis zoologi, aku mengemukakan tentang analisis fungsional kelenjar tiroid pada sloth berjari tiga. Aku memilih sloth sebagai topik bahasan karena perilaku hewan ini-tenang, pendiam, dan introspektif telah membantu memulihkan diriku yang hancur lebur.
Penulis: Yann Martel
Penerbit: Gramedia, 2025
Kategori: Fiksi
ISBN: 9786020683058
SKU: BRD23545
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13.5 x 20 cm l Softcover
Tebal: 448 hlm | Bookpaper
Harga: 114.000