Ernest Hemingway dikenal dengan sebutan "Papa" karena besarnya pengaruhnya sebagai penulis Amerika dalam Sastra Barat. Gaya prosa yang ringkas dan jelas memberikan pengaruh yang kuat pada fiksi Amerika dan Inggris di abad 20 yang kemudian menyebar di seluruh dunia dan menjadikan nama Papa Hemingway makin masyhur.
Ernest Hemingway mencapai puncak ketenaran berkat novela The Old Man and The Sea, meski masih banyak karya besar Hemingway lainnya, di antaranya The Sun Also Rises, A Farewell to Arms, dan To Have and Have Not. Kekuatan Hemingway disebut-sebut dari gayanya menceritakan se suatu dengan detail, penuturannya yang sederhana dan mudah dipahami, serta tidak terkesan terburu-buru. Tak dapat dipungkiri, The Old Man and The Sea adalah karya utama Hemingway. Berkat novela ini ia memperoleh penghargaan Pulitzer pada 1953, dan juga Nobel Sastra pada 1954. Kehidupan Ernest bisa dibilang tak secemerlang karya-karyanya yang sukses mendunia.
Kehidupannya penuh kontroversi sebagai dampak traumanya dengan sang ibu. Serangkaian peristiwa tragis membuatnya mengakhiri hidupnya, sebagaimana kata- kata mutiara yang pernah ditulisnya: "Kehidupan terasa begitu tragis bagi mereka yang menjalani, tapi menjadi begitu indah ketika dituangkan dalam tulisan."
Penulis: Alex Haryanto, Fitra Firdaus Aden, dan Iswara N Raditya
Penerbit: Narasi, 2025
Kategori: Memoar
ISBN: 9786347102171
SKU: BRD24276
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: viii + 128 hlm | Bookpaper
Harga: 55.000