KAWULA TANI DI BAWAH SEPATU LARS: Potret Peran Militer dalam Program Pertanian Di Indonesia.
Buku ini berasal dari skripsi penulis pada Departemen Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada. Buku ini membahas mengenai pelibatan militer dalam mengejar target produksi pertanian dalam program Upaya Khusus Produksi Padi, Jagung, Kedelai (Upsus Pajale) yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 sampai periode pertama kekuasaannya berakhir. Latar belakang studi ini berangkat dari keresahan penulis mengenai keterbatasan studi mengenai relasi sipil-militer dalam realitasnya di akar rumput, terutama untuk menunjukkan bahwa para tentara di tingkat tapak pun sebenarnya terbebani pula oleh perluasan peran yang harus mereka lakukan pada ranah sipil.
Studi-studi yang ada sebelumnya mencermati peranan politik militer lebih pada aspek politik formal dalam hal parlemen, kebijakan pada level nasional, sengkarut ekonomi politik, maupun dinamika kelembagaan kaitannya dalam hal pertahanan. Kajian ini mencoba melihat celah yang belum terisi dalam konteks kaitan militer dengan dinamika agraria yang ada pada level akar rumput khususnya di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghadapi penggerusan moda penghidupan pertanian.
Kajian ini barangkali bisa menunjukkan tindak lanjut dari kajian Salim Said yang sudah menunjukkan bahwa baik institusi militer pada level pusat maupun politisi yang mengendalikan otoritas memiliki kepentingan untuk memobilisasi aparat tentara untuk menjaga legitimasi kekuasaannya. Konteks Pasca-Orde Baru saat ini menunjukkan bahwa fungsi teritorial yang masih melekat pada militer membuat mereka masih cair dalam terlibat dalam pengambilan keputusan terutama dalam kebijakan jangka pendek termasuk berkaitan dengan permasalahan agraria yang dipelintir menjadi mengejar produksi pangan. Penguasa pada tingkat pusat dalam hal ini tentu diuntungkan dengan legitimasi kekuasaan dengan anggapan bahwa dirinya peduli dengan persoalan pangan dan agraria. Studi ini menjadi pengingat bahwa penggunaan militer pada urusan sipil yang terjadi saat ini di era kekuasaan Prabowo Subianto pada dasarnya hanya kelanjutan dari sengkarut yang sudah terjadi sebelumnya. Semoga buku ini dapat memperkaya khasanah mengenai persoalan agraria sekaligus studi relasi sipil-militer di Indonesia.
Penulis: Anggalih Bayu Muh. Kamim
Penerbit: Semut Api, 2025
Kategori: Sosial
ISBN: 9786349619127
SKU: BRD24415
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14,5 x 20,5 cm l Softcover
Tebal: viii+145 hlm | Bookpaper
Harga: 75.000