Image of a product

Waringin Sungsang Jawa: Sunan Kalijaga dan Para Muridnya - Diva Press

Rp 95,000
Rp 76,000

Waringin Sungsang sangat dikenal sebagai ngelmu yang berhubungan dengan Sunan Kalijaga. Sayangnya, selama ini, ngelmu ini kerap dinarasikan sebagai ajian-ajian tertentu. Buku ini hadir untuk meluruskan stigma tersebut. Buku ini menjelaskan bahwa ngelmu ini sejatinya merupakan basis spiritual-kerakyatan masyarakat Jawa, khususnya di bagian selatan Jawa. Ia sama sekali tidak dipahami sebagai ajian-ajian mantra, sembur dan sebul, digdaya, dan kasekten.

Secara historis, melalui jaringan murid-murid Sunan Kalijagalah ngelmu Waringin Sungsang ini berkembang di tengah masyarakat. Sampai kepada masa Serat Centhini ditulis, ngelmu ini ditransmisikan dan diajarkan oleh jaringan murid-murid Sunan Kalijaga (Sunan Tembayat) melalui narasi dari Syekh Sekardelima, dan berbasiskan di Gunung Slamet.

Waringin Sungsang sejatinya adalah simbol, soal “pohon beringin yang akarnya di atas dan buah-daun-rantingnya di bumi”.

Tidak lain dengan nglemu ini Sunan Kalijaga dan jaringan murid-muridnya mensyiarkan dan mengajarkan kehadiran manusia Jawa secara terus-menerus terhubung kepada Dzat Yang Maha Hidup, sementara buah, ranting, dan dahannya membumi sebagai ejawantah untuk memperbaiki diri dan peradaban Jawa secara terus-menerus pula: bahwa Jawa tak pernah menyerah meskipun sistem politik berubah terus-menerus, yaitu potret Jawa yang cinta Kanjeng Nabi Muhammad Saw dalam segala perubahan zamannya.

Penulis: Nur Khalik Ridwan

Penerbit: IRCiSoD, 2025

Kategori: Sejarah

SKU: BRD24426

Bahasa: Indonesia

Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover

Tebal: 332 hlm | Bookpaper

Harga: 95.000

 
 :
 :
300g