YERUSALEM - Dialektika Antara Ruang dan Kekuasaan, Dari Permukiman Kalkolitik hingga Struktur Kedaulatan Pasca-Konflik.
Sejarah Yerusalem adalah sebuah palimpsest teritorial yang melukiskan dialektika abadi antara ruang dan kekuasaan. Sejak asal-usul Kalkolitik di sekitar sumber air hingga kemunculannya sebagai pusat kosmologis tiga agama, topografi Yerusalem secara konsisten diartikulasikan ulang oleh kekuatan teologis dan politik. Setiap rezim—dari dinasti awal hingga Imperium Romawi, Kekhalifahan Islam, dan periode Ottoman—berusaha untuk menginstitusionalkan kedaulatannya dengan mengukir kekuasaannya ke dalam bentang alam, mengubah bukit dan batu menjadi penanda ideologis (misalnya, Kuil Yahudi, Kubah Batu, Tembok Suleiman).
Konflik modern mewarisi ketegangan ini. Setelah perpecahan tahun 1948 dan penyatuan kembali (yang disengketakan) pasca-1967, Yerusalem memasuki fase di mana struktur kedaulatan pasca-konflik dipertaruhkan. Di sini, setiap tindakan pembangunan, arkeologi, atau klaim hak akses adalah tindakan kedaulatan performatif. Kota ini adalah simulacrum politik, di mana realitas demografis (Barat vs. Timur) terus-menerus bertentangan dengan aspirasi eskatologis yang tak terpisahkan dari Haram al-Sharif/Temple Mount. Yerusalem tetap menjadi cerminan dari kegagalan konsensus politik untuk meredakan kompleksitas sebuah ruang yang secara intrinsik dikodekan sebagai abadi.
Penulis: Ahmad Saikhu Rifqi & M. Subkhan Zuhairi
Penerbit: Khazanah Pedia, 2025
Kategori: Sejarah
ISBN: 9786020751146
SKU: BRD24500
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: xvi+176 hlm | Bookpaper
Harga: 85.000