Adat istiadat di waktu itu tiada membolehkan perempuan berpelajaran di luar rumah, menduduki jabatan di dalam masyarakat. Perempuan haruslah takluk semata-mata, tiada boleh mempunyai kemauan. Perempuan itu hendaklah bersedia-sedia untuk dikawinkan dengan pilihan orang tuanya. Perkawinan, cuma itulah cita-cita yang boleh diangan-angankan oleh anak gadis. Cuma itulah pelabuhan yang boleh ditujunya. "Selama ini hanya satu jalan terbuka bagi gadis Bumiputra akan menempuh hidup, ialah "kawin". (Surat kepada Nona Zeehandelaar, 23 Agustus 1900). Dapatlah kita mengerti bahwa kaum laki-laki lebih mudah menaklukkannya lagi. Cobalah misalkan kapal yang cuma satu saja pelabuhan yang boleh ditujunya. Bukankah orang yang mempunyai pelabuhan itu dengan mudah saja dapat berlaku lalim kepadanya?
Penulis: R.A. Kartini
Penerjemah, Armijn Pane
Penerbit: Balai Pustaka
Kategori: Memoar
ISBN: 9786022603283
SKU: BRD24826
Bahasa: Indonesia
Harga: 255.000