Antoine Cabaton menghadirkan potret menyeluruh tentang Nusantara awal abad ke-20 dari sudut pandang kolonial Eropa: memetakan geografi, demografi, etnologi, bahasa, serta sistem administrasi Hindia Belanda sebagai fondasi kekuasaan politik dan ekonomi Kerajaan Belanda.
Jawa tampil sebagai poros utama: pulau terpadat, paling produktif, dan paling terkelola, sementara Daerah Luar (Buitenbezittingen) meliputi Sumatra, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya digambarkan kaya namun belum sepenuhnya terintegrasi secara administratif dan sistem perpajakan kolonial. Cabaton juga menyoroti peran gunung berapi, iklim, serta jalur air dalam membentuk pertanian dan perdagangan, sekaligus menjelaskan strategi kolonial yang memanfaatkan struktur lokal, keragaman etnis, serta bahasa Melayu sebagai instrumen pemerintahan.
Ditulis dengan pendekatan ilmiah di zamannya, diposisikan sebagai rujukan historis yang mengungkap cara kolonialisme memahami, mengelola, dan membingkai Kepulauan Nusantara. Karya ini relevan bagi akademisi dan pembaca kritis yang ingin menelaah relasi pengetahuan, kekuasaan, dan warisan kolonial dalam konteks Indonesia kontemporer.
Penulis: A. Cabaton
Penerbit: IRCiSoD, 2025
Kategori: Sejarah
SKU: BRD24843
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: 488 hlm | Bookpaper
Harga: 135.000