Nukila Amal, penulis karya Sastra Terbaik 2005 menurut majalah Tempo, menelurkan novel keduanya setelah Cala Ibi. Dalam novel ini Nukila bercerita tentang Juna, yang tak kunjung usai dalam ikhtiarnya membuhulkan karya.
Di dalam sana, ruang mengambangkan nafas sang maharaja yang bertelekan dan gerak lakunya lamban: Juna, rajadiraja segala rajatunda. Dialah sang raja kelembaman, raja perfeksionis pesimistis, raja pelindung kukang Jawa dan segala fauna lamban, juga fauna dalam inersia dan hibernasi. Sedangkan singa, macan tutul, burung alap-alap, dan segala elang—segenap hewan yang bergerak gesit dan penuh laga—niscaya mati dan punah tanpa ampun di sana. Tidak ada tempat lain yang lebih terjanjikan dengan banyak kemungkinan dan capaian. Tetapi di ruang itu semua gerak-gerik, tindakan, dan kejadian berlangsung lama seperti adegan slow-motion di film-film. Niatan tebersit tiba-tiba secara impulsif, gagasan berlimpah-ruah seperti letus kembang api warna-warni di langit malam benaknya. Segala sesuatu selalu dilatari pemikiran pelik, rencana rumit.
Penulis: Nukila Amal
Penerbit: KPG, 2025
Kategori: Sastra
ISBN: 9786231344335
SKU: BRD24904
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13.5 x 20 cm l Softcover
Tebal: 240 hlm | Bookpaper
Harga: 100.000