Al-Farabi menyusun arsitektur negara ideal dengan menarik garis dari puncak metafisika: Sang Pertama. Lewat teori emanasi, ia mengurai bagaimana keberadaan melimpah dari Tuhan, menuruni tangga hierarki sepuluh akal murni, hingga menyentuh materi di alam bawah bulan. Kosmologi ini hadir sebagai cetak biru bagi tatanan politik manusia. Alam semesta bekerja dalam harmoni hierarkis, dan struktur sosial mesti mengadopsi keteraturan kosmik tersebut agar selamat dari kekacauan. Negara ideal (al-madînah al-fâdhilah) bekerja layaknya organisme biologis yang sehat; setiap organ menjalankan fungsi spesifik demi menopang kehidupan tubuh di bawah komando jantung sebagai pemimpin. Poros utamanya terletak pada kualitas kepala negara, sosok paripurna yang memadukan ketajaman nalar filsuf dan daya imajinasi nabi. Melalui koneksi intens dengan Akal Aktif, sang pemimpin menerjemahkan kebenaran ilahiah menjadi undang-undang yang membumi, memastikan syariat dan filsafat berjalan beriringan tanpa saling menjatuhkan. Ketiadaan panduan profetik ini akan menggelincirkan masyarakat ke dalam negara-negara yang rusak, seperti negara bodoh, negara fasik, atau negara sesat. Di berbagai wilayah kelam ini, warga terjerat obsesi fana: akumulasi materi, gila hormat, atau pemuasan nafsu hewani semata. Al-Farabi mendiagnosis penyakit sosial tersebut layaknya seorang tabib, memperlihatkan bagaimana kegamangan nilai sanggup meruntuhkan peradaban dari dalam dan mengubah kerumunan manusia menjadi gerombolan tanpa tujuan eksistensial. Politik, dalam kacamata Sang Guru Kedua, akhirnya menjelma menjadi jalan spiritual kolektif. Kebahagiaan hakiki (sa’âdah) menuntut orkestrasi sosial yang selaras dengan hukum semesta, sehingga setiap jiwa bergerak serentak menuju kesempurnaan intelektual demi meraih keabadian.
Penulis: al-Farabi
Penerbit: Turos, 2026
Kategori: Pustaka Islam
ISBN: 9786238661343
SKU: BRD24918
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 21 cm l Softcover
Tebal: 244 hlm | Bookpaper
Harga: 74.000