Anatomi Berpasangan adalah buku terbaru karya Ester Lianawati. Setelah menulis Revolusi Hati, dalam bukunya ini ia kembali membedah berbagai tema relasi manusia, cinta, dan berbagai bentuk pendekatan psikologi yang penuh empati. Buku ini ingin mengabarkan bahwa cinta dapat dipetakan secara secara jernih untuk makin mematangkan kemampuan kita dalam merawat relasi dengan pasangan.
Sebagai gambaran awal, Ester Lianawati bakal mengajak pembaca menyelisik berbagai pokok bahasan seperti: jatuh cinta tidak sama dengan mencintai, désillusion atau hilangnya ilusi diri pasangan sebagai tahap tak terelakkan, paradoks gairah, perebutan kekuasaan dalam relasi, hingga attraction fatale atau apa yang membuat kita jatuh cinta dapat menjadi alasan kita ingin berpisah.
Selain itu, pembaca juga diajak untuk menelusuri relasi feminin dan maskulin yang terdapat ilusi. Tanpa kita sadari, ternyata ilusi feminim-maskulin adalah bentuk ketika kita mendambakan pasangan yang memadukan dua kutub gender sekaligus. Sementara itu, Ester Lianawati juga membongkar relasi antara cinta modern dan narsisisme. Apa yang terjadi pada berbagai pasangan hari ini terlihat dibebani ekspektasi untuk memuaskan ego masing-masing.
Buku ini merupakan bagian II dari seri Anatomi Berpasangan. Selamat membaca.
___
Jatuh Cinta tidak berlangsung selamanya. Setelah dijalani dalam keseharia, gairah yang menggebu akan mereda dan ilusi tentang pasangan perlahan hilang. Enam bulan, delapan belas bulan, atau tiga tahun menurut para pakar.
Buku ini membedah tema abadi umat manusia, cinta, dengan pendekatan psikologi yang penuh empati. Ditulis untuk mengabarkan bahwa cinta dapat dipetakan secara jernih untuk semakin mematangkan kemampuan kita dalam merawat relasi dengan pasangan.
Penulis: Ester Lianawati
Penerbit: Ea Books, 2026
Kategori: Sosial
ISBN: 9786235280264
SKU: BRD25225
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: xii + 200 hlm | Bookpaper
Harga: 93.000