Kronik Irian Barat - Pataba Press
1936...
* Di Digul berlangsung pesta babi, semacam pekan raya untuk menjual babi dengan kulit kauri (sejenis kulit tiram yang berfungsi sebagai uang) atau barang lain. Dalam kesempatan itu diperdagangkan juga senjata, kampak, daging margasatwa, buah-buahan dan hasil ladang lain. (CL 419)
Irian Barat yang kini disebut Papua, atau dalam Nagarakertagama karya Mpu Prapanca dikenal dengan Wanin, merupakan wilayah Nusantara seperti yang digambarkan dalam peta wilayah Kerajaan Majapahit masa Raja Hayam Wuruk abad XIV oleh sejarawan Belanda, Theodoor Gautier Thomas Pigeaud. Irian, menurut Frans Kaisiepo, dalam bahasa Nalka, sebuah rumpun bahasa di Jayawijaya, berarti "sinar yang menghalau kabut", merupakan sebuah wilayah di mana sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang masa lalu mereka yang mendiaminya. Sangat banyak missing link untuk merekonstruksi sejarah bangsa-bangsa di penggalan Pulau Irian ini.
Buku ini amat berharga bagi siapa pun yang ingin membangun pemahaman sosiologis-historis tentang Irian Barat. Penyusunan kronik tentang Irian Barat oleh pemerhati budaya kawakan Koesalah Soebagyo Toer ini sangat kaya akan informasi dari sumber-sumber tidak terduga dan jarang dipublikasikan karena semangat keberpihakannya. Koesalah Soebagyo Toer sangat teliti dan rajin mengumpulkan serpihan-serpihan sejarah sehingga kita dapat melihat susunan “puzzle” sejarah suatu bangsa atau wilayah.
Buku Kronik Irian Barat ini adalah gambaran umum kejiwaan bangsa Papua yang merupakan bagian panjang wilayah Nusantara dulu, kini, hingga pada masa yang akan datang.
Penulis: Koesalah Soebagyo Toer
Penerbit: Pataba Press, 2026
Kategori: Sejarah
ISBN: 9786025604898
SKU: BRD25677
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20,5 cm l Softcover
Tebal: xvi + 224 hlm | Bookpaper
Harga: 95.000

