Mendulang Juang Persatuan Kalimantan - Semut Api
Di peta mereka, Kalimantan hanya hamparan hijau tua. Di sini, ia adalah dada yang dicincang tanpa jeda. Mendulang Juang Persatuan Kalimantan adalah interupsi politis dari pinggiran, sebuah teriakan yang selama ini ditahan dalam sunyi sungai, dikuburkan bersama tulang leluhur di tanah yang kini berubah menjadi lubang tambang. Buku ini hadir bukan sebagai gugatan semata, melainkan sebagai tawaran: bahwa ada cara lain untuk membayangkan Indonesia. Dari hutan yang menyimpan arsip pengetahuan, dari perempuan yang masih menyiapkan dua cangkir kopi di meja yang sudah lama kosong satu kursinya, dari anak-anak adat yang tumbuh di antara merkuri dan janji pembangunan, buku ini mengangkat suara-suara yang tak pernah masuk buku teks. Ia memperkenalkan Dulang Juang: bukan sekadar perlawanan, melainkan cara hidup, cara berpikir, dan cara bertindak yang menempatkan keberlanjutan bumi dan martabat rakyat sebagai poros utama perjuangan. Dengan gaya penulisan yang bergerak di antara puisi, analisis politik, dan kesaksian, buku ini menelusuri epistemologi politik masyarakat adat Dayak, mengurai nasionalisme Jawa-sentris yang telah lama meminggirkan Kalimantan, dan menawarkan visi-visi radikal yang mengundang: federasi sungai, negara adat, konstitusi dari bawah. Ini bukan buku tentang pemisahan diri. Ini tentang menjadi mitra setara dalam membangun rumah bersama bernama Indonesia. Bacalah ia bukan dengan nalar aparat. Pandanglah ia seperti hati seorang anak yang memendam kehilangan rumah.
Penulis: Khara Makrothomia Toda
Penerbit: Semut Api, 2026
Kategori: Sospol
SKU: BRD25711
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: 174 hlm | Bookpaper
Harga: 77.000

