Image of a product

Hindia Bawah Tanah: Ernest Douwes Dekker dan Anarkisme Zaman Kolonial - Marjin Kiri

Rp 89,000
Rp 75,650

Dalam penulisan sejarah selama ini, pah­lawan nasional Indonesia Ernest François Eugène Douwes Dekker, atau yang nanti meng­ganti nama menjadi Danudirja Setiabudi, lebih dikenal sebagai tokoh nasionalis. Ki Hajar Dewantara, salah satu kawan seperjuangannya dalam “Tiga Serangkai”, menyebut Ernest sebagai Bapak Pergerakan Nasio­nal Indonesia. Sementara Sukarno mengaku belajar nasionalisme politik darinya.

Yang tampaknya luput dalam historiografi tersebut adalah bahwa setidaknya selama satu periode hidupnya, gagasan anarkisme sangat lekat pada pemikiran dan tindakan Ernest. Misalnya, dia bukan hanya menulis membela “aksi langsung” dibanding parlementarisme, melainkan juga terjun dalam plot penyelundupan senjata bersama jaringan revolusioner internasional. Menteri Koloni Belanda sampai menjulukinya sebagai “seorang yang ekstrem.”

Buku ini menelusuri kecenderungan-kecenderungan anarkis tersebut, bukan hanya dalam diri Ernest semata, melainkan juga dalam semangat pergerakan rakyat di Hindia Belanda secara umum awal abad ke-20, dan mencoba menjelaskan mengapa anasir-anasir anarkis ini banyak dilewatkan dalam penulisan sejarah di kemudian hari.

Penulis: Feby Dani dan Bima Satria Putra

Penerbit: Marjin Kiri

Kategori: Sejarah

QRCBN: 62-6771-1850-302

SKU: BRD25788

Bahasa: Indonesia

Dimensi: 14 x 20,3 cm l Sofcover

Tebal: xii + 202 hlm | Bookpaper

Harga: 89.000

 
 :
 :
300g