Ekofeminisme VII: Memori Bumi dalam Mitos, Tradisi, Sastra, & Seni - Cantrik
Adanya mitos memperlihatkan kekayaan spiritual dan batin yang diberikan alam kepada manusia. Mitos merupakan media pendidikan yang efektif dalam mentransfer makna dan kearifan lokal yang ada di suatu komunitas yang terintegrasi dengan alam. Mitologi memungkinkan terjadinya harmonisasi antara manusia dengan alam. Tujuan dari mitos sejatinya untuk membangkitkan kesadaran individu akan dimensi spiritual yang merupakan bagian alami dari manusia.
PUSPA AQIRUL MALA, Magister Lingkungan dan Perkotaan, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Peran petani perempuan sering terpinggirkan, dengan terbatasnya akses terhadap sumber daya, serta diskriminasi dalam pengelolaan lahan dan hak atas tanah. Identitas gender juga memainkan peran besar, di mana stigma terhadap perempuan yang bercerai atau menjadi ibu tunggal memperburuk isolasi sosial dan peluang untuk berkembang. Ekofeminisme mendorong solidaritas antar perempuan untuk saling mendukung dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan membangun pemberdayaan yang lebih setara dan adil.
FITRIYA DESSI WULANDARI, Kandidat Doktor Universitas Negeri Yogyakarta
Dualisme Cartesian yang kerap memisahkan manusia dan alam, telah memberikan konsekuensi yang merugikan. Terlebih, pemahaman hierarkis demikian kerap kali melegitimasi laku-laku eksploitatif terhadap alam. Inilah yang berusaha dibongkar oleh Warren. Kritiknya mencakup pandangan kontraktual yang merugikan alam yaitu, menganalisis kembali etika fundamental terkait bagaimana manusia telah menguasai alam tanpa pertanggungjawaban.
ATU FAUZIAH, Master UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Konsentrasi Islam dan Kajian Gender
Penulis: Dewi Candraningrum, Hani Nurhalimah, dkk
Penerbit: Cantrik, 2025
Kategori: Ekofeminisme
ISBN: 9786231390981
SKU: BRD26242
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 15,5 x 23 cm l Softcover
Tebal: 487 hlm | Bookpaper
Harga: 170.000

