Paradigma Hukum Baru Atasi Krisis Bumi - Gramedia
Buku ini mengangkat kenyataan bahwa krisis Bumi terus memburuk, sementara hukum dan kebijakan lingkungan konvensional tidak lagi dianggap memadai untuk merespons skala dan kompleksitas tantangan tersebut. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menegaskan bahwa kita kini hidup dalam Anthropocene (Capitalocene), sebuah era (epoch) yang menjelaskan bagaimana aktivitas manusia telah menjadi kekuatan dominan yang merusak sistem Bumi.
Dalam kondisi ini, berbagai instrumen hukum yang selama ini diandalkan terbukti gagal mengimbangi laju degradasi ekologis, terutama karena beroperasi dalam paradigma antroposentris dengan target pertumbuhan ekonomi tinggi berbasis eksploitasi sumber daya alam tidak terbarukan.
Buku ini menekankan perlunya pergeseran paradigma menuju pendekatan yang mengakui hubungan erat manusia dan alam sebagai bagian dari satu sistem Bumi yang saling bergantung. Paradigma beyond antroposentris ini perlu didampingi dengan prinsip hukum keutuhan/keintegrasian ekologi (ecological integrity), keutamaan ekologi (ecological primacy), batas ekologis (ecological limits), pembangunan berkelanjutan beraliran kuat (strong sustainability), keadilan ekologis (ecological justice), dan ecological democracy, governance, and rule of law.
Buku ini menawarkan landasan pemikiran yang transformatif untuk membangun kerangka
hukum yang mampu menjawab krisis Bumi serta memastikan planet ini tetap menjadi
tempat yang aman dan adil bagi seluruh entitas, baik manusia maupun alam.
Penulis: Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) & Achmad Santosa, dkk
Penerbit: Kompas Penerbit Buku / Gramedia, 2026
Kategori: Sosial & Politik / Hukum Lingkungan
ISBN: 9786235238319
SKU: BRD26422
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 15 x 23 cm
Tebal: 320 hlm
Harga: 154000

