Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Anindita S. Thayf

Anindita S. Thayf, lahir 5 April 1978 di Makassar. Menulis cerpen dan novel.Novelnya, Tanah Tabu (Gramedia Pustaka Utama, 2009), menjadi juara 1 lomba menulis novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2008,  finalis Khatulistiwa Literary Award 2009 dan diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan judul Daughters of Papua (Dalang Publising, San Fransisco, 2014). Novel terbarunya Ular Tangga (2018). Tulisannya tersiar di Kompas, Koran Tempo, Majalah Tempo, Republika, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Solo Pos, Radar Surabaya, Radar Mojokerto, Lampung Post, Riau Pos, Haluan, Harian Rakyat Sultra, Harian Fajar, Kartini, Femina, dan Nova.

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by