Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Arif Saifudin Yudistira

ARIF SAIFUDIN YUDISTIRA Adalah Alumnus UMS, Kepala Sekolah SMK Citra Medika Sukoharjo, Pernah Mengasuh MIM PK KARTASURA,  Essainya termuat di beberapa media massa seperti : Jawa Pos, Koran Tempo,  Radar surabaya, Suara Merdeka, Koran wawasan,  Koran Jakarta, Harian joglosemar, Solo  pos, Media Indonesia, Lampung post, Tribun Jateng Kendari pos, Majalah bhinneka, Majalah Nur Hidayah, Majalah Hadila, Majalah papyrus, Bulletin sastra  pawon,  Koran  opini.com, gema nurani-com, Suara Muhamamdiyah dan  lain-lain. Ikut menulis dalam buku Manusia = puisi (2011) dan ”Aku dan buku” pawon (2012) .Buku puisinya Hujan ditepian tubuh diterbitkan di greentea jakarta (2012) buku terbarunya Mendidik Anak-Anak Berbahaya (2014) dan Penjara Perempuan (2014). Tahun 2016 terbit sehimpun esai pendidikan bertajuk Ngrasani! (2016), dan Menulis Bersama Anak (2016). Tahun 2017, terbit sehimpun esai tentang buku dan literasi bertajuk Buku, Kata, Kita (2017).  Pernah aktif di kegiatan  Komunitas Sastra Pawon Solo, Bilik literasi Solo, Kini aktif sebagai Tuan Rumah Pondok Filsafat Solo. Peserta MASTERA ESAI 2019

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by