Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Yuditeha

Yuditeha, menulis puisi dan cerita. Kumcer Cara Jitu Menjadi Munafik (Stiletto, 2018). Novel Tjap (Basabasi, 2018). Novelnya Imaji Biru (Jejak Publisher, 2018). Novel Tiga Langkah Mati (Penerbit Buku Kompas, 2019). Aktif di Sastra Alit Surakarta dan Pendiri Kamar Kata Karanganyar.

 

Lorong
“Di dalam sanubarimu sendiri, sesungguhnya sudah tahu betul kesalahan macam apa yang bisa membuatmu menyesal. Jadi sesungguhnya kau sudah tahu bahwa pada saat itu seharusnya kau tidak boleh melakukan kesalahan itu.”

 

Naela dan Kupu-Kupu
Lebih baik kamu tanpa sayap, agar kamu tahu rasanya jadi buruk. Aku juga benci tubuhmu... Karena itu, besok akan kulempar kamu ke tengah jalan, agar dilindas kendaraan. 

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by