Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Puisi-puisi Aditya Ardi N: A Tribute to Dangdut

Oleh: AdityaArdi N         Diposkan: 14 Sep 2018 Dibaca: 2659 kali


bersiap menonton orkes dangdut

 

di bawah malam,

 dibimbing pendar kuning merkuri

kulitku yang tropika menyerap dingin arena tangapan

: keringat kecut penonton, asap rokok, debu dan umpatan

pemuda desa yang mabuk miras oplosan

 

panggung baru siuman, biduan didatangkan, sound gantung dibunyikan,

 orkes dimainkan, penonton ugal-ugalan, bergoyang habis-habisan

 

bersiap menonton dangdut artinya siap menjaga tempurung kepala

 dari kepal tinju dan lemparan batu sebab tawuran bisa terjadi kapan saja

 

bersiap menonton dangdut juga bersiap kecewa

 bila biduan berhalangan atau orkes yang terlalu cepat dicukupkan

 

dang

hidup tak harus melulu meradang

dut

hidup tak mesti bersungut-sungut

 

seperti lelaki tua berkemul sarung

yang telanjur percaya orkes itu telah menyelamatkannya

 dari amuk nasib buruk juga malapetaka

 

 

di bawah lindungan kendang

: buat cak met new pallapa

 

di bawah kuasa tanganmu yang khalik kendang dari kulit lembu

aku lepaskan pakaian dan membuang lembar demi lembar keyakinanku

setelah vibrasi yang diletupkan rampak kendang pesisiran

menghasut kemurnian seluruh amsal dan mazmurku,

jiwaku bergolak seperti lompatan girang anak-anak

 

tak tung dang dut

tak tung dang dut

teruskan cak kendanganmu itu

sumber bunyi asali yang kau datangkan

dari aceh hingga banyuwangi

 

tak dari sunda, tung dari india

begitu saja merasuki kedua tanganmu untuk mengoplosnya

tunjukkan padaku, cak

semesta kendang koplomu

terus terngiang-ngiang hingga kini

di kuping tukang becak penggemar tepi kali

menjadi rhapsody yang tak kenal mati

 

di bawah lindungan kendang koplomu, cak

aku berada di surga dengan sembilan biduanita

yang setia membimbingku menggoyang waktu

 

 

senggakan

-- jihan audy

 

o a o e…         

lagu belum lagi usai

biduanita yang dadanya tersumbul semenjana

yang kuning kulitnya, yang merah bajunya, yang tebal bedak pupurnya

dan nakal kerlingnya terus memaksaku menautkan pandang

hingga bulu kudukku meremang, bayanganku memanjang

dan seolah berkata,“jangan kau pulang, sayang”

 

hak e… hak e…

aku turut berjoged mengacungkan kedua tangan

sembari sesekali meneriaki biduanita yang dadanya tersumbul semenjana

: “aku tak mau pulang, maunya digoyang, sayang.”

di sekelilingku orang-orang yang mabuk nasib buruk

melipat duka laranya dengan mengumpat dancuk

 

di hadapan sound system yang menghumban bunyi tak tung dang dut

hidup cuma untuk menjogedi kesuntukan dan bernyanyi lagu-lagu ratapan

tak ada jam kerja, tak ada utang pula cicilan yang harus dibayarkan

waktu mengalir lurus landai tanpa pertanyaan

 

hokya… hokya…

tapi panggung hanya gagah sementara

setelah mati musiknya, setelah mc berkata sampai jumpa

setelah padam lampunya

kami terlempar kembali ke lorong bising pabrikbesi,

kami terlempar kembali menjadi kuli,

dan ke jalan-jalan yang kerap gagal kami pahami.

 

jandut

̶ eni sagita

 

salam asolole bagi kita semua

damai di bumi seperti di surga

berilah kami pada hari ini

goyangan jandut yang secukupnya

 

asolole,

berilah juga kami pada hari ini

 keriangan sebagaimana mestinya

kendang kuda lumping di atas panggung yang miring,

senar gitar melengking, dan suling yang terus berdenging

di dalam truk dan bus antar kota

sepanjang pantura hingga ujung selatan jawa

 

gaung kendang di bawah malam berbintang

kami bergoyang dan terus berdendang

lagu orang-orang tersisih dan terbuang

 

asolole,

selamatkanlah senantiasa jiwa-jiwa kaum papa

dari jangkau hari buruk dan duka nestapa

 

 

saweran

matamu goyah

di hadapan lima ribu rupiah

mengasingkanmu dari pengertian ibu dan ayah

  •  

AdityaArdi N

Penyair, Penggemar OM New Pallapa & Adella. Kini mukim di  Jl. Musi no 137, RT 02/RW 02, Dusun Gresikan, Desa Ngoro, Kec Ngoro, Kab Jombang, Jawa Timur kode pos: 61473. Instagram: @aditya_ardi_n

 

Apabila Anda berminat untuk mengirim tulisan, sila baca syarat dan ketentuan mengirim tulisan.


Tags

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: