Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Puisi-Puisi Sengat Ibrahim

Oleh: Sengat Ibrahim         Diposkan: 07 Sep 2018 Dibaca: 4612 kali


Aku Bukan Tuhan

 

Aku bukan Tuhan yang ketika berbicara selalu menggunakan kebenaran.

Aku seorang pemuja mara-bahaya yang setiap saat mengunyah kerinduan.

Aku bukan Tuhan. Aku hanyalah pemilik sekaligus pemeluk kehancuran.

 

Jogjakarta, 2018

Kartu Tanda Penyair

 

Namaku                           : Sengat Ibrahim

Tempat Tanggal Lahirku    : Sumenep, 22-05-1997

Jenis Kelaminku                : Laki-Laki

Agamaku                         : Islam

Kitab Suciku                     : Perempuan

Keyakinanku                     : Belum kutemukan

 

Jogjakarta, 2018

 

 

Doa Sepenggal

 

Jika pun Tuhan bisa tersenyum kepadaku

aku masih lebih puas menikmati senyumanmu.

 

Jogjakarta, 2018

 

 

Doa Sekadar

 

Tuhan aku jauh lebih percaya terhadap segala

sesuatu yang begitu mudah membuatku terluka.

 

Jogjakarta, 2018

 

Doa Tunggal

 

Tuhan, jika tujuan hidup di dunia hanya untuk bermain-main

aku mau menjadikanmu sebagai mainanku sepanjang waktu.

 

Jogjakarta, 2018

 

 

Doa Gagal

 

Sedari awal kau sudah tahu, aku ini lelaki jahat

tapi kau memilih semakin mendekat.

 

Maka rasakanlah segala bentuk kerusakan

yang kau yakini sebagai kerinduan.

 

 Jogjakarta, 2018

 

 

Doa Serius

 

Oh Tuhan yang berasal dari keraguan

Sempurnakanlah hambamu sebagai ciptaan.

 

Jogjakarta, 2018

 

 

Doa Serius

 

Tuhan lebih sering mencintaiku melalui kesedihan.

 

Jogjakarta, 2018

 

 

6 Memoar Mengenai Kau

 

1

Ketika aku mengenakan kerinduan

berarti aku sedang berjarak dengan kau.

 

2

Ketika sedang berjarak dengan kau

aku menyatu dengan segala kemungkinan.

 

3

Ketika aku diam berarti aku sedang mencari

sesuatu yang tak bisa kutemui melalui obrolan.

 

4

Ketika aku memasang obrolan dengan kau

berarti aku sedang muak dengan pikiran.

 

5

Ketika aku perlihatkan senyuman berarti

aku menggapai andai yang tak berkesudahan.

 

6

Ketika menggapai andai yang tak berkesudahan

berarti aku sedang menikamati segala urusan.

 

Jogjakarta, 2018

 

 

Menulis Matamu

 

Ketika kamarku berisi malam

kau mengirim gambar matamu

lewat WhatsApp untuk mengabarkan

keadaanmu yang tak mudah terlelap

saat kota-kota serentak melepaskan bunyi.

 

Aku tak bisa mengirim kantuk padamu

atau mencabut pikiranmu yang berisi aku

yang kau sebut rindu. Sebab rinduku padamu

tak pernah kusuuruh mengusik ketenanganmu.

 

Matamu ya matamu,

matamu sedang memata-mataiku

untuk memontohkan keindahanmu melalui mataku.

Kekasih, akan terbuat dari apakah tidurmu setelah itu?

 

Jogjakarta, 2018

 

 

Menanam Senyum di Matamu

 

Waktu itu aku melihat senyum di matamu

---senyum yang berasal dari bibirku---

 

senyum yang sengaja kuciptakan untukmu

tapi kau mengembalikannya padaku melalui matamu.

 

Jogjakarta, 2018

  •  

Sengat Ibrahim, Pemangku Adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Lahir di Sumenep Madura, 22 Mei 1997. Menulis puisi dan cerita pendek, tinggal di Yogyakarta. Buku puisinya yang telah terbit: Bertuhan pada Bahasa, (Penerbit Basabasi). Buku puisi terbarunya: Asmaragama, (Penerbit LiterISI, 2018). Sekarang sedang menyiapkan buku berikutnya bertajuk: Agamaku Adalah Rindu (yang diam-diam menciptamu dalam diriku). Karya-karyanya pernah dimuat di koran; Media Indonesia, Republika, Koran Tempo, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Suara NTB, Minggu Pagi, Merapi, Solo Pos, Radar Surabaya, Banjarmasin Post, Harian Rakyat Sultra, Lombok Post, Medan Ekspres, Harian Sumbar, Majalah Simalaba, dan Malangvoice, Litera.Co, LiniFiksi.Com, PoCer.co, Basabasi.Co

Apabila Anda berminat untuk mengirim tulisan, sila baca syarat dan ketentuan mengirim tulisan.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: