Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Q&A My Own Diary Queen, Empress, Concubine: 50 Perempuan Penguasa dari Zaman Kuno hingga Masa Modern

Qiraah Mubadalah Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam

Faqihuddin Abdul Kodir
Stock: 17
Terjual: 37

Ramadhan Sale:

Pembelian: Gratis Kalender HAM 2021 setiap Transaksi
Pembelian: Diskon 30% Tanpa Minimal Pembelian. Kode Kupon: RMDHN
Pengiriman: Subsidi Ongkir Rp22.000,00 untuk Minimal Pembelian Rp122.000,00. Kode Kupon: bebasbaca

Pengecualian Kupon: Pre Order, Package, Merch, Coffee
Catatan: Jika menggunakan kupon, harga akan berlaku dari harga normal. Karena kupon ini sifatnya bukan penambahan diskon.


Kategori : Agama - Filsafat

Pertama mendengar gagasan mubâdalah atau kesalingan, banyak yang meloncat pada kesimpulan keliru. Jadi, menurut mubâdalah, kalau laki-laki boleh poligami, maka perempuan juga boleh poliandri? Begitu pun kira-kira respons awal saya saat pertama mendengar pendekatan ini di sebuah workshop pengkaderan ulama perempuan Rahima. Tentu saja, kesimpulan tersebut keliru karena yang disalingkan adalah kemaslahatan ajaran Islam. Terkadang, bisa langsung secara tekstual disalingkan. Seringnya, justru mesti melampaui teksnya agar tidak terjebak pada kesimpulan atas kemaslahatan salah satu pihak dengan cara memberikan beban pada pihak lain secara tidak imbang. Kapan kesalingan dapat dilakukan secara tekstual dan kapan mesti melampaui teksnya, buku ini menjelaskan secara detail.

Qiraah mubădalah yang ditawarkan oleh buku ini sesungguhnya merupakan sumbangan penting, tidak hanya dalam memahami teks-teks keagamaan, melainkan juga sebagai cara pandang dunia. Meskipun metode ini dimaksudkan untuk merespons teks-teks primer dalam Islam yang menggunakan bahasa dengan kesadaran gender tertentu, namun metode yang sama juga bisa menjadi cara baru dalam melihat keragaman sosial agar tidak melahirkan ketimpangan relasi. Ketimpangan relasi, apa pun, bisa melahirkan ketidakadilan karena berawal dari cara pandang negatif terhadap perbedaan antarpihak yang mempunyai relasi.

Salah satu tantangan serius ikhtiar mewujudkan keadilan gender adalah cara pandang dikotomis pada laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan berbeda sehingga keduanya dilihat bertentangan satu sama lain. Salah satu pihak mesti menaklukkan pihak lain. Jika tidak, maka ia yang akan ditaklukkan. Sistem patriarki mempunyai andil besar dalam cara pandang dikotomis ini. Laki-laki diletakkan secara superior, sedangkan perempuan inferior sebagai pengabdi mereka. Nilai perempuan ditentukan oleh sejauh mana ia memberi manfaat pada laki-laki.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Agama - Filsafat
ISBN : 9786027696808
Ketebalan : 616 hlm | Bookpaper
Dimensi : 16x24 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: 17
Penerbit: IRCiSoD
Penulis: Faqihuddin Abdul Kodir
Berat : 700 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa