Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Radikalisme dan Terorisme Akar Ideologi dan Tuntutan Aksi Rahasia Berpikir dan Bersikap Positif

Ragam Jalan Memahami Islam

Aksin Wijaya
Description
Pemikiran para tokoh yang disajikan dalam buku antologi ini benar-benar disuguhkan dengan cara baru yang relatif belum dikenal dalam pasar keilmuan Islam di Indonesia.
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Agama dan Filsafat
“Ragam pikiran tokoh yang ada dalam buku ini semakin menegaskan bahwa kajian Islam itu bersifat plural dan dinamis.” -Prof. Dr. Suprapto, M.A., (Direktur Pascasarjana UIN Mataram)
 
“Pemikiran tokoh adalah hasil laku pikir, rasa, dan jiwa. Inilah buku impresif-kreatif yang akan memandu pembaca ke hakikat kehidupan yang mencerahkan peradaban.” -Dr. H. Sutejo, M.Hum., (Ketua STKIP Ponorogo dan tokoh literasi nasional, asal Ponorogo)
 
“Pemikiran para tokoh yang disajikan dalam buku antologi ini benar-benar disuguhkan dengan cara baru yang relatif belum dikenal dalam pasar keilmuan Islam di Indonesia.” --Dr. Abid Rohmanu (intelektual muda NU Jawa Timur)
 
 

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Agama dan Filsafat
ISBN : 9786237378143
Ketebalan : 396 hlm l Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: IRCiSoD
Penulis: Aksin Wijaya
Berat : 350 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by