Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Rahasia Berpikir dan Bersikap Positif

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 1
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Mungkin ada banyak hal dalam hidup yang bisa meruntuhkan tekad kita: tantangan dan rintangan; berbagai masalah pelik, seperti usaha bangkrut, dipecat dari perusahaan, mendapat nilai buruk saat ujian, ditinggalkan sahabat, putus cinta, cinta bertepuk sebelah tangan, dan sebagainya. Merupakan kodrat manusia untuk mengeluh, merasa bimbang, hingga putus asa. Lantas bagaimana?

Sering kali kita melupakan satu hal, kelebihan yang dibekalkan Sang Pencipta kepada kita, yakni kemampuan untuk tetap tegar dan berpikir positif. Pikiran positif merupakan kunci meneguhkan diri, memperbaiki kesalahan, dan menyeimbangkan apa yang tak sesuai. Pikiran positif membuat kita mampu percaya lagi, bahwa tak semua yang buruk itu ada untuk menghancurkan kita.

Buku ini mencoba membahas secara detail tentang rahasia berpikir dan berperilaku positif. Kumpulan kisah-kisahnya akan menginspirasi Anda, memberikan gambaran bahwa pikiran positif nyatanya jauh lebih kuat dari apa pun.

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Umum
ISBN : Mustika Putri
Ketebalan : 192 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13x19 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Psikologi Corner
Penulis: Irfan Suryana
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by