Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Rekomendasi Bacaan Gerakan Buruh

Oleh: Redaksi         Diposkan: 14 Jan 2021 Dibaca: 122 kali


Buruh adalah poros penggerak dunia. Buruh bukan hanya sekadar pendorong terjadinya proses produksi, tapi ia juga merupakan pendorong terjadinya perubahan sosial. Gerakan buruh selalu menjadi hal yang menarik untuk dipelajari dan diketahui. Di sekitar abad ke-19 setiap orang yang bekerja haruslah bekerja selama 10 hingga 16 jam dengan upah yang rendah. Sejak 1860-an protes para buruh telah dilancarkan, dan pecah pada 1880-an dengan adanya protes besar-besaran buruh di AS yang kemudian kita kenal sebagai Tragedi Haymarket dan kerap kita rayakan pada setiap 1 Mei sebagai Hari Buruh.

 

Kita semua adalah buruh. Di bawah langit yang sama, pada terpaan matahari yang sama, kita hidup dalam penindasan yang berupa-rupa. Memahami gerakan buruh ialah proses tentang mensintesakan ulang kebijakan yang seringkali tak pernah bijak. Gerakan buruh selayaknya memang menjadi sebuah gerakan yang mampu mengubah arah kehidupan banyak orang. Selama hidup di bawah penindasan yang sama, perjuangan atas hidup yang merdeka adalah apa yang kita gadaikan.

 

Berikut adalah rekomendasi bacaan tentang gerakan buruh: 

 

Hubungan Pergerakan Buruh Indonesia dengan Pergerakan Nasional karya SK Trimurti

 

Dekade awal abad 20 merupakan saat-saat paling menderitakan bagi kaum buruh Indonesia (saat itu Hindia Belanda). Perang Dunia I, yang mengubah peta peta perpolitikan dunia, meletus.

 

Krisis ekonomi terjadi. Harga kebutuhan pangan melonjak tanpa kenaikan upah, PHK masal; adalah serangkaian penyebab berdirinya serikat dan dan timbulnya gerakan-gerakan buruh   di Indonesia.

 

SK. Trimurti, yang juga terlibat di tengah riuh gerakan tersebut, mencatat dengan jeli bagaimana gerakan revolusioner ini berjalan  beriringan dengan perjuangan kemerdekaan nasional.

 

Membaca buku ini, yang merupakan naskah  ceramahnya pada 11 Mei 1975 di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta, kita akan melihat bagaimana kaum buruh belajar berserikat, membina diri, berpolitik, hingga mendorong terciptanya gagasan untuk menjadi sebuah  bangsa yang berdaulat darp merdeka.

-

 

Penuntun Kaum Buruh karya Semaoen

 

Dengan ini saya mengaturkan cerita hal serikat buruh pada saudara-saudara kaum Buruh Hindia (terkarang sebelum nama Indonesia menjelma). Bukan maksud kita menceritakan hal ini dengan ilmiah, tapi saya sengaja mengarang secara gampang, supaya semua kaum Buruh mengerti dengan segera apa maksudnya buku ini.

Terutama buat propaganda, dan buat kaum Buruh yang belum punya kumpulan serikat atau serikat buruhnya belum teratur beres, maka buku ini akan mendatangkan faedahnya kalau dipikir dan diusahakan betul oleh kaum Buruh.

-

 

Hak untuk Melawan dan Hak untuk Memberontak karya Yulia Razmetaeva

Jadi, dalam cara apa hak untuk melawan dapat dibenarkan? Siapa dan mengapa yang memiliki kesempatan untuk mewujudkan hak ini? "adalah wajib, jika manusia tidak dipaksa untuk menolong dirinya sendiri-sebagai pilihan terakhir-dengan memberontak melawan kelaliman-kelaliman dan penindasan, bahwa hak-hak asasi manusia harus dilindungi oleh aturan dari undang-undang". (Preambule dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948).

-

 

Dapatkah Kelas Pekerja Mengubah Dunia? karya Michael Yates

 

Kapitalisme memiliki musuh yang kuat, kata Michael Yates dalam buku barunya yang penting untuk dibaca, Dapatkah Kelas Pekerja Mengubah Dunia? Musuh kapitalisme adalah kelas pekerja global, yang didefinisikan secara luas. Kita telah mengetahuinya; bahkan ekonom dan pengamat arus utama terkadang mengenali kekuatan besar kelas pekerja. Pertanyaan-pertanyaan utama saat ini: Apakah para pekerja mengetahui ini; dan akankah kita – ya, kita – menjawab tantangan itu? Buku Michael Yates membantu kita memahami apa peran kita, mengapa kita bisa menghadapi tantangan, dan mengapa kita harus bersatu, melawan musuh yang kuat, melawan perusakan yang dilakukan oleh kapitalisme. Seperti yang ditunjukkan Yates kepada kita, kelangsungan hidup kita dan kelangsungan hidup ekosistem yang dapat menopang kita bergantung padanya, pada kelas pekerja.

—Kelley Howell, aktivis dan penulis

-

 

Gerakan Perlawanan Buruh karya Munir

 

Buku ini adalah penyempurnaan dari buku Munir yang pada tahun 2005 diterbitkan dengan judul Gerakan Perlawanan Buruh: Catatan Pikiran, Pengalaman dan Pemberdayaan Buruh (1990-an sampai reformasi). Jika pada terbitan pertama buku ini diterbitkan sebagai persembahan 1 tahun wafatnya almarhum Munir, sekarang buku ini diterbitkan untuk memperingati 10 tahun kematiannya. Sebagaimana kata Munir sendiri, Jika nantinya buku ini bisa diakses secara mudah oleh kaum buruh.

Lebih dari sekedar tujuan Profit Oriented, buku ini diterbitkan agar benar-benar menjadi refleksi dan pelajaran sejarah, bagaimana gerakan buruh di masa lalu mula-mula dirintis pada era rezim pemerintahan yang masih otoriter. Sudah barang tentu, dalam situasi seperti itu, berwacana, berkumpul dan bergerak untuk melawan oligarki atau perselingkuhan pengusaha dengan penguasa adalah pertaruhan yang sangat besar.

 



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: