Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Rekomendasi Bacaan tentang Keuangan

Oleh: Redaksi         Diposkan: 21 Jan 2021 Dibaca: 153 kali


Siapa yang tak ingin mencapai financial freedom dalam hidup? Barangkali semuanya pasti ingin. Namun bagaimana mewujudkannya? Lalu apa saja yang mesti dilakukan untuk mencapainya? Lebih utopis lagi, kapan kita mencapainya?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali menjatuhkan kita pada dua kalimat, "yaudah gapapa" dan "yuk bisa yuk". Dua kalimat ini semacam menjadi pelega dan penyemangat. Pada satu sisi kemampuan untuk mencapai kondisi financial freedom kadangkala membuat kita termenung memikirkannya jika direfleksikan pada hidup. Namun di sisi lain kebutuhan mencengkeram kita untuk senantiasa membutuhkan dan melupakan beberapa hal untuk menunggu. Banyak orang telah mencapai financial freedom dan kemudian membagikannya dalam bentuk pengalaman yang ditulis. Tapi tentu, semua hanya akan menjadi andai jika tak coba diuji dalam langkah praksis. Bacaan tentang keuangan ini barangkali dapat memantik semangatmu dalam bertindak, atau barangkali malah membuat mencari aktivasi kelegaan untuk hidup yang kadung begini adanya.

 

Berikut adalah rekomendasi bacaan tentang keuangan:

 

Milenialnomics Mengatur Keuangan dengan Bahagia karya Haryo Setyo Wibowo

 

Benar, uang tidak selalu membawa kebahagiaan. Namun, jangan lupa, alat, metode, dan cara membawa kebahagiaan beririsan dengan pengeluaran. Data ini tolong direnungkan, kemampuan menabung Indonesia, secara makro ada di jajaran 20 besar. Lumayan, sepertinya karena menjiwai peribahasa hemat pangkal kaya. Jauh mengungguli Finlandia yang berada di urutan 82 (2016)

Akan tetapi, untuk urusan kebahagiaan gapnya sangat lebar. Finlandia menduduki ranking 1 dunia, sementara Indonesia tercecer di urutan 96 (2018). Penghasilan besar tapi pelit pada pengeluaran bisa berakibat tidak bahagia, tabungan besar tapi hanya dibiarkan sampai setinggi anak Krakatau karena jarang berbagi tidak akan membuat kita mendapatkan kenikmatan hidup.

More Important than Money karya Robert T. Kiyosaki 

 

Di buku ini Anda akan belajar mengapa bersekolah menguras habis naluri kita sebagai pengusaha alami. Dan yang lebih penting, di buku ini, Anda akan mempelajari cara mendapatkan kembali semangat Anda. Kita semua adalah pengusaha. Kita semua bisa berjualan minuman. Buku ini adalah tentang perbedaan antara pengusaha yang berjualan minuman dan pengusaha yang mendirikan bisnis global seperti Apple dan Facebook.

 

Banyak orang punya gagasan yang bernilai besar. Mereka yakin produk, jasa, atau inovasi baru mereka akan menjadikan mereka kaya. Masalahnya, kebanyakan orang tidak tahu cara mengubah gagasan yang bernilai besar menjadi uang dalam jumlah besar.

Mari berkenalan dengan 8 Rich Dad Advisor—lalu pelajari mengapa mereka merupakan aset Robert dan Kim yang paling berharga.

How to Trade in Stocks karya Jesse Livermore 

 

"Spekulasi bukanlah permainan untuk orang bodoh, bermentalpemalas, emosinya tidak stabil, dan orang yang ingin cepat kaya."

 

Seorang trader selalu bisa meraih profit, entah pasar naik atau turun. Jesse Livermore telah membuktikannya. Ketika bursa Wall Street crash di tahun 1929, dia malah meraup laba 100 juta dollar. Apa rahasianya? Hanya dua hal; pergerakan harga dan elemen waktu. Itulah dasar-dasar analisis teknikal sampai kapan pun.

 

Buku ini merupakan panduan praktis yang sengaja ditulis Jesse Livermore bagi siapapun yang masuk ke pasar modal. Formula Livermore sangat elementer dan mudah diaplikasikan di bursa manapun. Selama watak manusia tidak berubah, mudah merasa takut atau tamak, formula Livermore akan senantiasa relevan.

 

Tajir Melintir karya Mardigu WP 

 

Tuhan menganugerahi manusia dengan otak dan akal pikiran yang sama. Jadi, jika Anda miskin, jangan salahkan nasib.
Kalimat tersebut mungkin terdengar sedikit menohok, tetapi memang benar adanya. Dalam buku ini, Mardigu WP—pengusaha sekaligus pakar psikoanalisis—akan berbagi kiat-kiat suksesnya. Bagaimana otak kita bekerja dalam mengendalikan nasib? Apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan? Bisakah uang mencari kita, bukan kita yang mencari uang?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat Anda temukan jawabannya di sini. Buku ini akan menemani Anda mengurai perjalanan diri. Setelah mengenal siapa diri Anda sebenarnya, akan lebih mudah menentukan langkah apa yang cocok bagi Anda ke depannya, juga tipe orang seperti apa yang diperlukan di dekat Anda.

Biarkan otak dan akal pikiran Anda bekerja hingga mencapai potensi tertingginya, dan izinkan buku ini membawa Anda berkembang dengan cara yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Money the Milennial Ways Manajemen Bisnis dan Keuangan karya Astrid Savitri

Jika masalah uang membuat kita sulit tidur di malam hari maka kemungkinan besar kecemasan finansial adalah biang keladinya. Kita mungkin sudah membuat keputusan keuangan yang buruk, seperti menghabiskan uang tanpa rencana atau sebaliknya, terlalu ketat menghitung setiap rupiah yang kita miliki. Dari faktor eksternal, seperti hargaharga yang melambung dan krisis ekonomi bisa juga berperan dalam meningkakan kecemasan finansial generasi milenial.

Studi dari Pew Research Center di Washington D.C. menunjukkan bahwa generasi milenial menempati persentase kemiskinan terbesar dari kategori rumah tangga dibandingkan kelompokv generasi sebelumnya. Ini terjadi karena beberapa faktor, misalnya banyak generasi milenial tumbuh dewasa selama resesi ekonomi global pada 1998 dan 2008. Pekerjaan menjadi langka, biaya kuliah tinggi, dan banyak keluarga dengan kondisi ekonomi yang suram.

Dalam buku ini, kita akan membahas banyak tentang pengelolaan keuangan dan cara mendapatkan penghasilan melalui bisnis kecil bagi milenial. Mengapa pengelolaan keuangan penting? Budgeting atau penganggaran merupakan proses menciptakan rencana untuk memanfaatkan uang yang kita miliki dengan lebih baik. Keterampilan membuat rencana pengeluaran atau anggaran akan membantu melihat seberapa banyak uang yang kita miliki untuk memenuhi keinginan dan tujuan pribadi kita.

 



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: