Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Rich People Problems Masalah Orang Kaya Rindu Itu Berganti Hujan

Rima-rima Tiga Jiwa

Akasa Dwipa
Stock: Out of Stock

Kategori : Novel dan Sastra

Novel yang berkisah tentang kehidupan kaum homoseks, pelacur, dan orang-orang jalanan ini menantang kemapanan cara pandang pembaca atas kehidupan orang-orang yang dianggap nista oleh mereka yang mendaku dirinya beradab baik secara moral maupun agama. Mengikuti kehidupan tokoh-tokoh dalam novel ini, kita kemudian tahu bahwa orang-orang tak beruntung ini harus mengalami kekerasan struktural, kultural, dan fisik - sebuah tindakan kekerasan yang secara luar biasa dilakukan oleh mereka yang mendaku dirinya beradab dan waras selama berabad-abad. Melewati proses riset yang panjang dan mendalam, ditulis dengan keterampilan literer yang mengagumkan, RIMA-RIMA TIGA JIWA barangkali menjadi salah satu novel terbaik Indonesia yang diterbitkan tahun ini.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : Dwicipta
Ketebalan : xii + 255 hlm
Dimensi : 13 x 19 cm
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Literasi Press
Penulis: Akasa Dwipa
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by