Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Sabda Palon 2: Roh Nusantara dan Orang-Orang Atas Angin Sabda Palon 4 Pudarnya Surya Majapahit

Jati diri Sabda Palon dan Naya Genggong terkuak perlahan-lahan di hadapan Bhre Kêrtabumi. Meskipun demikian, dua sosok misterius itu masih diselimuti kabut tebal, samar dan tersembunyi. Itu terjadi setelah Bhre Kêrtabhumi mendatangi beberapa petilasan suci: Gunung Kawi, Dharmma Badhyut, Gunung Pawitra, dan Gunung Lawu. Di tempat-tempat itu dia menggelar tapa brata sesuai perintah sosok niskala yang dipercayainya sebagai Resi Agastya, pamomong Nusantara.

Sementara itu, perkembangan Majapahit semakin tidak menentu setelah Raden Kêrtawijaya dinobatkan sebagai raja Majapahit menggantikan Rani Suhita yang telah mangkat. Takhta Tumapêl yang semula dia duduki dilimpahkan kepada adiknya, Raden Kêrtarajasa. Perseteruan diam-diam terjadi antara kakak-beradik itu. Kekacauan pun sengaja disebar di mana-mana.

Pada saat yang sama, Haji Gan Eng Cu dan Adipati Tuban Arya Adikara wafat hampir bersamaan. Tetapi kematian dua tokoh penting tersebut segera mendapat pengganti, seolah sudah ada yang mengatur. Sayyid Ali Rahmad dan Sayyid Ali Murtadlo sama-sama mendapatkan putra yang kelak akan menjadi ulama kenamaan. Sementara Tumenggung Wilwatikta mempunyai putra yang kelak bakal menentukan wajah Islam di Nusantara.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
ISBN : Tim Javanica
Ketebalan : 453 hlm I Bookpaper
Dimensi : 14x21 cm I Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Javanica
Penulis: Damar Shashangka
Berat : 400 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa