Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Sarjana Zaman Now Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas

Dalam karya menarik ini, Agus Sulton memberi kita wawasan tentang perubahan masyarakat Indonesia pada awal abad ke-20 melalui karya para novelis yang condong ke kiri dan menjalankan internasionalisme. Dia menunjukkan bagaimana karya-karya mereka memberi kita jendela yang memukau untuk melihat era politik etis kolonial Belanda dan konsekuensi-konsekuensinya seperti perebutan lahan untuk perkebunan tebu dan migrasi massa untuk bekerja di pabrik-pabrik di kota-kota besar. Ini adalah sebuah karya penting pada masa kini mempertimbangkan maningginya ketidaksamarataan dan masalah-masalah yang tetap tak terpecahkan dalam sejarah Indonesia dari sudut pandang ideologi Marxis. __ Jonathan Ziberg (University of Illinois at Urbana-Champaighn)

Di Hindia belanda, perlawanan terhadap eksploitasi kejam atas rakyat Indonesia tak bisa diekspresikan secara terang-terangan. Dalam buku yang memikat ini, Agus Sulton memberikan analisis yang tajam dan meyakinkan tentang bagaimana pesan-pesan politis tesebar dlam “sastra liar,” yang tidak diterbitkan oleh pemerintahan kolonial. Sulton menunjukkan bagaimana novel-novel seperti Rasa Merdika dengan cerdik mengelakkan aturan-aturan penyensoran dan menginspirasi para pembaca untuk meyakini nasionalisme Indonesia. __ Hans Pols (Associate professor, Unit for History and Philosophy of Science, university of Sydney)

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
Ketebalan : xviii+ 145 hlm
Dimensi : 13x19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kendi
Penulis: Agus Sulton
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa