Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Scale Up Your Potential In Digital Age Schweik Si Serdadu Lugu

Scarlet Letter

Stock: Out of Stock

Kategori : Novel dan Sastra

Hester Prynne, seorang wanita muda yang cantik,berdiri di atas mimbar hukuman sambil menggendong bayi mungilnya, dengan pakaian berhiaskan huruf Amerah di dadanya. Ia menjadi tontonan penduduk kota yang mencela serta mengutuk perbuatannya yang dianggap tak bermoral. Ia telah berselingkuh, dan dari perselingkuhannya itu telah lahir seorang bayi perempuan.

la rela menjalani hukuman itu, ia menerima tudingan kaum Puritan yang hidup di masa itu, namun ia tetap bungkam tentang siapa sebenarnya ayah dari bayi mungil bernama Pearl itu. la sadar betul bahwa ada satu sosok penting yang harus dilindunginya. Lebih baik jika ia menanggung aib itu sendiri, meskipun itu berarti Pearl takkan pernah mengenal sosok ayahnya.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : Nien
Ketebalan : 276 hlm
Dimensi : 13x19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Narasi
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by