Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Hasil Pencarian

Kriteria pencarian produk lanjutan
Cari deskripsi produk

Produk yang memenuhi kriteria pencarian

Sold
Out

Etika Jawa
Etika Jawa
  • Rp.50,000

Sold
Out

Sold
Out

Etika Sosial
Etika Sosial
  • Rp.45,000

Artikel yang memenuhi kriteria pencarian

Subaltern dan Pesan Si Pembakar Jerami

Posted On: 2020-03-12 15:50:00 Read: 2388 time(s)


...tidak ada sistem, pun aparat dan pejabat, yang berpihak pada orang miskin. Semua ini terjadi karena negara tidak pernah peduli.

Read More

9 Buku Terlaris di Bulan Februari

Posted On: 2020-02-29 19:46:40 Read: 1181 time(s)


Tak ayal, jika membaca adalah salah satu cara menghindari kebohongan dan senantiasa berjalan pada keyakinan akan kebenaran.

Read More

Hawa, Feminitas, dan Masa Depan

Posted On: 2020-02-20 15:34:45 Read: 1708 time(s)


Di tengah krisis ekologi akibat eksploitasi kapitalisme—ini sistem yang maskulin—feminitas adalah jawaban untuk mengatasi krisis dengan memanfaatkan esensi sifat alam yang terkandung di dalamnya, dengan memanfaatkan potensialitasnya melampaui bahasa manusia untuk bisa berkomunikasi dengan alam.

Read More

Rosa Luxemburg, Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi

Posted On: 2020-02-06 16:02:39 Read: 1581 time(s)


Demokrasi politik saja tidak dapat melaksanakan persamaan dan persaudaraan.... Jelasnya, demokrasi haruslah bertopang pada kesetaraan politik dan ekonomi.

Read More

9 Buku Terlaris di Bulan Januari

Posted On: 2020-02-01 14:04:39 Read: 1275 time(s)


9 Buku Terlaris di Bulan Januari

Read More

Kemiskinan, Identitas dan Senjata

Posted On: 2020-01-30 13:31:46 Read: 4700 time(s)


Karya ini termasuk novel klasik yang penting dibaca pada hari ini. Yaitu, ketika negara kita, Indonesia, telah dikotak-kotakkan oleh kaum sektarian dan gesekan sekecil apapun mampu membuat sebongkah batu melayang menghancurkan kaca jendela seseorang.

Read More

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by