Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Sejarah Eropa Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern Sejarah Filsafat Barat

Apa yang kita bayangkan jika mendengar kata estetika di masa kini? Klinik kecantikanbagi kaum perempuan khususnyadengan fasad kaca bening dihiasi citra raut cantik yang tampak bling-bling? Pemerintah Orde Lama dimasa lalu sering disebut berbakat estetik karena lebih mementingkan bentuk ketimbang isi, dan dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang dandy.

Buku ini membentang-luaskan sejarah pemikiran dan perdebatan tentang wacana yang kita sebut estetika. Inilah warisan dari abad ke-18 yang mengadopsi kata dalam bahasa Yunani, aesthsis yang berarti pencerapan inderawi. Melalui wacana este tika, seni dikaji sebagai gugus estetik (aesthetic entities), dan segera dibedakan dengan entitas nalar atau pikiran rasional (noetic entities). Kaitan estetika dengan yang indah kiranya ber mula dari kajian mengenai hal-ihwal yang kita persepsi, apakah berkenaan dengan sikap estetik atau obyek estetik. Keyakinan pada masa pencerahan bahwa di dalam diri kita ada semacam kemampuan untuk menghayati cita-rasa (disebut Faculty of Taste), mendorong munculnya pembedaan antara apa yang dianggap indah dan tidak indah. Pengalaman estetikberhubungan dengan sikap estetik dan obyek estetikmerangsang masalah baru ketika muncul anggapan bahwa ada orang yang memiliki cita-rasa lebih canggih ketika berhadapan dengan ekspresi seni dibandingkan yang lain, yang seleranya dianggap belum cukup berkembang.

Sebagai studi tentang gejala yang disebut yang indah, kajian estetika sebenarnya tidak terbatas pada lingkup seni, karena ke indahan tidak hanya melekat pada fenomena artistik, tapi juga alam.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
Ketebalan : 944 hlm
Dimensi : 14x21 cm
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Indie Book Corner
Penulis: Martin Suryajaya
Berat : 1200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by