Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Sejarah Filsafat Yunani

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 13
Jumlah:

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:

Info Pengiriman: 
Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020
Pembelian : Diskon 25% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: radicalmay
Pembelian : #RadicalMay Book Fair disc up to 50%
Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000


Nama "filsafat" berasal dari bahasa Yunani. Tetapi juga usaha intelektual yang ditunjukkan dengan nama tadi merupakan penemuan yang khas Yunani. SEJARAH FILSAFAT YUNANI bermaksud melukiskan kelahiran filsafat di Yunani dan perkembangannya sampai dengan Aristoteles. 

Dengan demikian buku untuk menjawab pertanyaan apakah itu filsafat", sebab pengantar filsafat yang lebih ideal daripada studi mengenai pertumbuhan pemikiran filosofis di negeri Yunani. Dalam buku ini semua filsuf yang penting dibicarakan dan perhatian khusus diberikan kepada tiga tokoh terbesar dalam periode ini: Sokrates, Plato dan Aristoteles. Dalam bab pertama digariskan  suatu gambaran umum tentang kebudayaan Yunani untuk sekedar melatarbelakangi timbulnya filsafat di negeri ini.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Berat: gram

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Ketebalan : 232 hlm | HVS
Dimensi : 14.8x21 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Kanisius
Penulis: K. Bertens
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by