Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Sejarah Indonesia Masa PraAksara

Wishlist
Stock: Out of Stock
Terjual :
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Indonesia nampaknya merupakan ekosistem yang paling disukai manusia purba. Serangkaian penemuan palaeoantropologis menunjukkan bahwa kawasan Indonesia merupakan “pusat peradaban” kala itu. Sejak pesisir timur Sumatra hingga Papua ditemukan beragam bentuk benda prasejarah. Beragam teori pun dikemukakan untuk membuka tabir periode prasejarah itu. Ada pula upaya untuk menemukan missing link atas kehidupan manusia prasejarah bila teori evolusi dijadikan dasar pemikiran.

Situs-situs peradaban prasejarah itu sesungguhnya juga merupakan sumber pengetahuan untuk merunut jejak-jejak prasejarah. Namun, sayangnya belum banyak buku yang bisa dijadikan panduan sekaligus referensi untuk memasukinya. Bukan merupakan hal yang aneh apabila banyak generasi muda yang tidak mengerti dan memahami khazanah masa lalu bangsanya.

Buku Sejarah Indonesia Masa Praaksara ini bisa dijadikan alternatif untuk membantu mahasiswa dan peminat sejarah dalam membuka wawasan, pengetahuan, dan kompetensi menyangkut kehidupan masa prasejarah. Disusun secara lebih aplikatif karena memang ditujukan untuk panduan mahasiswa yang ingin mendalami secara langsung periode prasejarah.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Tokoh dan Sejarah
ISBN : 9786027544604
Ketebalan : 110 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Ombak
Penulis: Herimanto
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by