Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Sejarah Maritim Indonesia Sejarah Nusantara The Malay Archipelago

Selain melahirkan Teori Kritis, sesungguhnya masih banyak hal lain yang diupayakan Mazhab Frankfurt. Di antaranya adalah pengawinan Marxisme dengan psikoanalisis, studi tentang otoritarianisme dan kritik budaya massa. Ini semua mereka lakukan dalam rentang waktu 1925 sampai 1950, sebagaimana yang terekam dalam buku ini.

Sebagai buku sejarah, buku Sejarah Mazhab Frankfurt ini mencoba memotret dinamika yang terjadi di dalam Mazhab Frankfurt, proses yang harus dilewatinya dalam melahirkan karya-karya brilian yang hingga saat ini masih diperhitungkan di kancah ilmu-ilmu sosial, sampai perbenturan pemikiran dan kepentingan dengan pihak kawan maupun lawan.


Mazhab Frankfurt beranggotakan cendekiawan-cendekiawan senasib-sepenanggungan yang mengalami remuk redamnya peradaban umat manusia di Eropa pada paruh pertama abad XX. Mereka gelisah, mereka cemas dan oleh karena itu merasa harus bertindak dengan cara mereka sendiri demi mempertanggungjawabkan karunia kecerdasan dan hati nurani yang mereka miliki. Latar belakang inilah yang menyatukan mereka ke dalam satu visi dan misi sekaligus aksi yang kemudian mengkristal menjadi sebuah mazhab.

Pasti ada yang bisa dipetik dari sejarah!

Dan dengan membaca Sejarah Mazhab Frankfurt, bisa jadi buah yang akan diperoleh itu adalah kesadaran tentang betapa berharganya integritas dan loyalitas pada kebenaran bagi seorang cendekiawan. Tidak kurang dari itu, akan disadari pula betapa pentingnya tradisi pemikiran yang telah menggembleng seseorang sehingga bisa jadi cerdik-cendekia, dan bagi Mazhab Frankfurt, tradisi itu adalah idealisme Jerman dan Marxisme.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Filsafat
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kreasi Wacana
Berat : 700 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by