Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Seni Memilih dan Memutuskan Sebuah Pilihan Seni Mencintai

Seni Memotivasi Diri

Brian Tracy
Description
Buku ini akan membimbing kita untuk mengetahui bagaimana cara menumbuhkan motivasi saat diperlukan, mempertahankan motivasi saat menghadapi masa sulit dalam hidup
Stock: Tersedia

#TalkLessReadMore lihat promo di bawah:


Kategori : Umum

Banyak dari kita mengatakan ingin sukses, bahagia, dan berpengaruh. Namun, sangat sedikit dari kita yang menindaklanjuti apa yang kita katakan dengan tindakan yang menggerakkan kita secara langsung untuk mencapai tujuan itu.

 

Apa yang harus kita lakukan untuk menjembatani jarak antara apa yang kita katakan sebagai keinginan kita dengan apa yang harus kita lakukan untuk mencapainya? Jawabannya adalah kita memerlukan motivasi yang berorientasi tujuan. Motivasi jenis khusus ini adalah bahan bakar yang akan membawa kita melalui perjalanan panjang yang sering kali penuh ketidakpastian, menuju sasaran yang kita tuju dalam hidup.

 

Buku ini akan membimbing kita untuk mengetahui bagaimana cara menumbuhkan motivasi saat diperlukan, mempertahankan motivasi saat menghadapi masa sulit dalam hidup, dan menanamkannya sedemikian rupa ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga ide tentang motivasi tersebut sudah tidak diperlukan.

 

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
Dedeh Sry Handayani 354 hlm l Bookpaper
Penerjemah : Dedeh Sry Handayani
Ketebalan : 354 hlm l Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Tersedia
Penerbit: Gramedia
Penulis: Brian Tracy
Berat : 350 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by