Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Senyap yang Lebih Nyaring Seorang Laki Laki yang Keluar dari Rumah - Sampul Baru

Seorang Dokter Desa

Franz Kafka
Stock: Out of Stock

Kategori : Sastra Terjemahan

Cerpen-cerpen Franz Kafka dalam Seorang Dokter Desa ini, meski mungkin kurang relatif kurang dikenal dan dibicarakan, tidak kalah dan absurd daripada novel-novelnya. Kita bahkan bisa berargumen bahwa absurditas khas Kafka dapat lebih terasa bila dituangkan dalam bentuk cerita pendek. Sudah barang tentu bahwa kisah-kisah gubahan Kafka dalam kumpulan ini amatlah menarik: ada cerita tentang suatu mahkluk yang wujudnya mirip gulungan benang, tentang racauan seorang ayah mengenai anak-anaknya, tentang kuda yang bertindak bagai manusia, tentang kera yang bertindak bagai manusia, dan lain sebagainya. Selain berguna bagi pembaca yang memang sudah menggemari Kafka, buku yang diterjemahkan langsung dari bahasa Jerman ini, mengingat ukurannya yang tidak terlalu tebal dan cereita-ceritanya yang tidak terlalu panjang, kiranya juga akan berguna bagi Anda yang ingin membaca karya Franz Kafka dalam bahasa Indonesia untuk pertama kalinya. 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sastra Terjemahan
Ketebalan : 116 hlm | Bookpaper
Dimensi : 12x18 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: OAK
Penulis: Franz Kafka
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by