Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Arena Produksi Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Budaya

Serat Centhini 1 Kisah Pelarian Putra putri Sunan Giri Menjelajah Nusa Jawa

Agus Wahyudi
Description
Serat Centhini dibuka dengan Babad Giri Mataram yang mengisahkan tentang lahirnya Sunan Giri, masa kejayaannya, hingga runtuhnya Giri Kedhaton.
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Sosial Budaya
Serat Centhini dibuka dengan Babad Giri Mataram yang mengisahkan tentang lahirnya Sunan Giri, masa kejayaannya, hingga runtuhnya Giri Kedhaton. Syahdan pada masa Sunan Giri (Sunan Kawis Guwa-ed.), kerajaan mataram di bawah pimpinan Sultan Agung bersekutu dengan Pangeran Pekik dari Surabaya untuk menundukkan kekuasaan Sunan Giri. Peperangan dahsyat tak terelakkan, hingga akhirnya kekuasaan Giri takluk di bawah Mataram. Sunan Giri beserta seluruh keluarganya menjadi tawanan. Namun ketiga anaknya, yaitu Jayengresmi, Jayengsari, dan Rancangkapti berhasil lolos melarikan diri ke hutan.
 
Mereka terpisah, Jayengresmi ke arah barat hingga akhirnya sampai di Gunung Karang Banten, dan diangkat anak oleh Ki Ageng Karang. Jayengsari bersama Rancangkapti ke arah timur hingga sampai Banyuwangi, sebelum akhirnya berlayar menuju Pekalongan dan diangkat anak oleh Syekh Ahadiyat di Sokayasa. Banyak hal yang terjadi pada pengembaraan mereka yang menjadi awal alur karya sastra ini.
 
 

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial Budaya
ISBN : 9789793832814
Ketebalan : 484 hlm l Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2015
Stock: Tersedia
Penerbit: Cakrawala
Penulis: Agus Wahyudi
Berat : 500 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by