Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Sister In Paradise

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 2
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


The world of Simon Lee turned upside down when he was diagnosed with a serious medical condition. In the quest to come to terms with the situation, he tried to garner strength from recalling his childhood experience going through family upheaval living in the house at Lorong 5, Geylang red light district in Singapore in the 50s and 60s. In the end he was trudged into the harsh reality of life when he and his friend Hamid visited Batam Island in search of a young girl who became a victim of prostitution ring.

The book addresses the very nature of society at various levels - of human courage, destiny, conflicting relationships, murder, irreconcilable contradictions of existence by illuminating the imperfections of human nature and dark recesses of the soul, compelling the readers to face nefariousness of human character, abusive and destructive behavior which is potentially present in all men.
Indonesia born Singaporean, MAY SWAN is the of 'Matahari Di Tengah Malam', 'Against the Wind', 'Fragranced Deception', and co author Lhriotional Language'.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Novel dan Sastra
Ketebalan : 204 hlm | HVS
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Inggris
Stock: Tersedia
Penerbit: Ultimus
Penulis: May Swan
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by