Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Pantai Jalan Terdekat ke Rumahmu Papua Menggugat 1 Politik Otonomisasi NKRI di Papua Barat

Jatuhnya Soehrto ternyata tidak serta-merta memuluskan proses reformasi di Indonesia. Lebih setengah dekade reformasi bergerak, tapi perubahan mendasar belum terjadi. Di atas panggung politik, memang semua berubah dan bergerak. Orang-orang telah berteriak: “hidup reformasi, berantas KKN, tegakkan hukum, adili pelanggar HAM.” Tapi, semua perubahan itu dan gerkan itu semu belaka. Semu belaka!

Kita hanya berada dalam situasi hyperreality of politics, yaitu ruang yang disarati dengan kebohongan terencana, kepalsuan citra, pemutarbalikan fakta dan disinformasi. Sadarlah! Mereka yang mestinya di reformasi telah berteriak: “hidup reformasi”. Mereka yang terlibat KKN, malah teriak: “berantas KKN”. Mereka yang terlibat kasus kekerasan HAM, bebas ikut mengatur negeri ini. Negeri ini telah dipenuhidengan para tersangka.

Buku ini berteriak lantang, membangunkan kita dari penyakit lupa, berlagak lupa-lupa, dan atau sengaja dibuat lupa oleh penguasa. Perlawanan terhadap penguasa, kata Milan Kundera, adalah perlawanan ingat melawan lupa. Dan sederet nama politikus bermasalah yang diungkap dalam buku ini adalah sebuah peneguhan bahwa ternyata bangsa kita ini lebih suka berpikir dengan “pantat” ketimbang dengan “kepala”.

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial Politik
ISBN : Abine Dilla
Ketebalan : xxiii+434 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Galang Press
Penulis: Islah Gusmian
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa