Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Sufisme Samudra Makrifat Ibn Arabi

Wishlist
Stock: Tersedia
Jumlah:

Tidak banyak cendekiawan, bahkan yang Muslim, yang bisa menguasai ilmu Sufisme, terutama Sufisme Ibn 'Arabi. Lantaran, selain kesulitan teks dan isi kandungan metafisika Ibn 'Arabi yang rumit, bahasa Arab yang digunakan Ibn 'Arabi sangat tidak sederhana—persisnya bukan karena soal bahasa, melainkan isi yang harus dibahasakan agar makna tersirat bisa tersampaikan. Seorang cendekiawan Jepang, Toshihiko Izutsu, merupakan salah seorang yang tidak banyak itu. Beliau telah begitu lancar mendalami metafisika Ibn 'Arabi.

Toshihiko Izutsu adalah seorang Profesor Emeritus Universitas Keio di Jepang. Beliau merupakan satu otoritas luar biasa dalam ajaran-ajaran hikmah metafisik dan filosofis Sufisme Islam, Adwaita Wedanta Hindu, Buddhisme Mahayana (terutama Zen), dan juga Taoisme filosofis. Dia menguasai tidak kurang dari 30 bahasa, di antaranya bahasa Arab, Persia, Sanskrit, Pali, Cina, Jepang, Rusia, dan Yunani.
Penelitian peripatetik beliau di beberapa lokasi di Timur Tengah (khususnya di Iran), India, Eropa, Amerika Utara, dan Asia bertujuan mengembangkan pendekatan metafilosofis terhadap perbandingan agama berdasar pada suatu studi linguistik yang mendalam terhadap teks-teks metafisis tradisional.
 —Muhammad Baqir, dosen filsafat dan spiritualitas Islam


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Gratis ongkir dengan belanja minimum Rp. 199  l  Jauh Dekat Ongkir Rp.5.000 khusus Pulau Jawa l Diskon up to 20% off Semua Buku

Berat: gram

Kategori : Agama dan Filsafat
Musa Kahzim dan Arif Mulyadi 328 hlm | Bookpaper
ISBN : Hardiansyah Suteja
Penerjemah : Musa Kahzim dan Arif Mulyadi
Ketebalan : 328 hlm | Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2016
Stock: Tersedia
Penerbit: Mizan
Penulis: Toshihiko Izutsu
Berat : 500 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

BAYAR DAN KIRIM

  
  

 

Find us

Ketidaktahuan adalah ihwal paling purba yang ada di muka bumi. Maka itu, bagi kami, 
perkembangan ilmu pengetahuan tak lebih dan tak kurang hanya menyatakan satu hal:
perang terhadap ketidaktahuan. #MembacaadalahMelawan

Alternatif Online Bookstore | Alternatif Mencari Buku | #MembacaAdalahMelawan