Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah Indonesia

Wishlist
Stock: Tersedia
Jumlah:

Lengsernya Soeharto pada bulan Mei 1998 membuka kemungkinan untuk proses reformasi mewujudkan alam demokratis dimulai. Situasi ini ternyata mendorong tumbuhnya berbagai organisasi yang didirikan dan bertujuan melawan rasisme terhadap golongan Tionghoa, yang selama 32 tahun sebelumnya dilegitimasikan oleh pemerintahan Orde Baru.

Pada umumnya organisasi-organisasi baru ini berdasarkan ke-Tionghoaan, walaupun mereka tidak membatasi keanggotaannya pada komunitas Tionghoa. Program kerjanya beraneka ragam. Ada di satu ekstrim menyatakan keinginan untuk terjun ke dalam gerakan politik di tingkat "grass-roots", ada di ekstrim lain yang hanya membatasi kegiatannya pada usaha pengenalan identitas dan kebudayaan Tionghoa.

Keanekaan ragam program kerja dan bentuk organisasi ini wajar. Pembungkaman, bahkan pemaksaan pemerintah dan sebagian elemen masyarakat akan hilangnya ke Tionghoaan di Indonesia berlangsung puluhan tahun. Penggunaan nama-nama Tionghoa, penggunaan bahasa Tionghoa di tempat umum, penampilan kebudayaan Tionghoa bahkan perayaan tahun baru lmlek selama 30 tahun diharamkan. Dengan sendirinya, trauma ini menghasilkan variasi respons yang berbeda-beda,

Tidak bisa disangkal bahwa rezim Orde Baru juga telah menguntungkan sekelompok pedagang WNI keturunan Tionghoa. Bahkan ada diantara mereka ini yang turut berdosa dalam menjerumuskan negara RI kejurang kemiskinan dan penderitaan. Akan tetapi, yang diuntungkan oleh rezim Orde Baru ini, apalagi yang turut berdosa mencelakakan RI, merupakan minoritas maha kecil. Sebagian besar anggota komunitas Tionghoa senasib dengan Rakyat terbanyak. Mereka menjadi korban kekejaman dan keserakahan penguasa Orde Baru.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Tokoh dan Sejarah
ISBN : Oey Hay Djoen
Ketebalan : 171 hlm | HVS
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Ultimus
Penulis: Siauw giok Djin
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by