Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Tak Ada Senja di Panggung Orkes dan Puisi Lainnya

Oleh: Aditya Ardi N.         Diposkan: 10 Aug 2019 Dibaca: 741 kali


tak ada senja di panggung orkes

 

tak ada harum parfum di kemeja flanel

atau sepasang kekasih yang bergandengan

di depan panggung sambil menghirup cappucino

dan bercerita tentang album float, sore, dan efek rumah kaca

 

tak ada gesekan biola atau denyar gitar akustik

mengiringi puisi di suatu sore dengan gerimis rintik

 

tidak. tidak.

yang ada hanya harum keringat pekerja

penonton berkaos partai dan pemuda kampung

bercerita tentang arak tuban berkualitas super

dan motornya yang barusan ditarik debt collector

setelah ia di phk dan tak bisa bayar cicilannya

 

tak ada senja di panggung orkes

hanya angin duduk dan malam terkutuk

 

 

 

baca juga: Bouquet, Nymphea Aquaris, dan Puisi Lainnya

 

 

gelanggang dangdut: gelanggang politik

 

bila musim kampanye tiba

panggung dangdut dipinjam sementara

 

sebelum biduan membuka lagu

politisi gantian berorasi

berlomba membikin janji

 

tapi rakyat makin pintar

mereka tak butuh pidato

mereka perlu sembako

maka amplopnya mereka terima

tapi janji politiknya tak masuk telinga

 

begitu biduan meraih mikrofon,

“ maunya lagu apa ini sayang-sayangku?”

rakyat sigap berdiri mengacungkan jari

“banyu langit,” “wegah kelangan,” “tresno sudro.”

 

benar memang kata seorang pensyair bimbang,

“bila politik itu kotor, dangdut koplo

yang akan membersihkannya.”

 

baca juga: Akrobatik Kata-kata dan Puisi Lainnya

 

 

surga bagi orang miskin yang menganggur

 

selain ocehan burung kenari

di pagi yang tak lagi menurunkan mimpi

hanya alunan dangdut koplo dari radio

dan buku diktat lama:  tafsir 1001 mimpi

menuntun orang-orang miskin

yang menganggur menemukan surganya

 

“11 dan 87 itu nomornya apa su?” seseorang bertanya

“anjing edan, paman!” sahutku

 

 

baca juga: Ibu, Pengembara, dan Puisi Lainnya

 

 

semua akan koplo pada waktunya

 

lahir

besar

sekolah

kursus

kuliah

kerja

menikah

koplo

 

 

baca juga: Di Lidah Para Politisi dan Pendusta: Puisi-puisi Norrahman Alif

 

 

prei kanan kiri

 

cinta akan membimbingmu menuju rantau

mengajarimu bagaimana cara

menghapus kata pulang

dari kamus keluarga yang

disusun oleh cemas dan bimbang

 

kelak ketika hari buruk menjenguk

lalu kau rindu rumah dengan pagar bambu

sobekan sarung ayah dan sehelai kutang ibu

ingatlah kata pepatah,

“mulut tetanggamu harimaumu!”

 

cinta barangkali hanya sedepa dari maut

dan mulut tetangga berada di tengah-tengahnya

 

 

baca juga: Puisi-puisi Menolak Judul: Puisi-puisi Sengat Ibrahim

 

 

jaran goyang nella kharisma

 

sendiri itu sunyi, nella

maka beri bunyi paling gaduh

biar terhumban sampai jauh

sebab sunyi hanya milik pensyair

 

hak e hak e

di ujung bibirmu yang fasih melagukan kegembiraan

nyanyikanlah jaran goyang, untukku, sekali lagi.

sebelum malam jahanam sempurna mendekapku

 

apa salah dan dosaku sayang, cinta suciku kau buang-buang

lihat jurus yang kan kuberikan jaran goyang, jaran goyang.

 

nyanyianmu itu, nella

seperti kidung penghiburan bagi dukacita umat manusia

yang diremukkan hatinya oleh cinta yang berbisa

 

menamatkanmu membawakan lagu itu aku jadi lupa

akan rasa lapar dan kesunyianku yang melebihi rasul 

  •  



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: